Untuk Apa?

untuk segelas bir dan dua batang kretek, racun duniawi yang menemani sepertiga malam menuju terbitnya matahari.   untuk ayunan jari-jari di atas tuts komputer jinjing yang dipangku janji dan rindu yang bersemayam seharian.   untuk ide-ide yang menyelinap di antara sela-sela isi otak, menyesak ingatan tentang perjalanan seminggu ke belakang.   untuk ingar-bingar nostalgia yang menyeruak tanpa peringatan dan melantak tanpa jeda.   untuk kamu … Continue reading Untuk Apa?

Mengenang Kekasih

bagaimana caramu mengenang kekasih?   dengan arsip percakapan yang tersimpan apik dalam gawai canggih yang apik merunut dari awal hingga akhir segala kalimatmu itu?   lewat karcis bioskop, tiket tempat wisata, struk belanja di toko swalayan, atau lewat secarik pesan yang ditinggalkan di atas meja sebelum ia pergi menghilang?   haruskah ingatan menggenapi segala rindu yang menggenangi setiap jengkal isi otak tanpa pernah lelah membayangi … Continue reading Mengenang Kekasih

Merepotkan

kenapa kita senang sekali direpotkan oleh hal-hal remeh seperti rindu, senja, kopi, langit jingga, lagu sendu, gerimis sore, jalan setapak, pelukan malam hari, percakapan sebelum tidur, janji yang berulang, sarapan menjelang kerja, pesan tak berbalas, surat cinta dalam dompet, catatan kecil di kulkas, kecupan dahi ketika pamit, genggaman tangan saat menyeberang, tatapan mata tanpa bicara, obrolan kecil waktu makan, dan lain-lain dan sebagainya.   repot … Continue reading Merepotkan