Sebuah Percakapan (05)

3: “woooy, udeh lama nih ga ngobrol. sebatang dulu, lah.”   2: *menyodorkan bungkus rokok dengan malas-malasan*   3: “kenapa, lo? lecek amat.”   2: “gapapa.”   3: “gipipi” *dengan gestur meledek*   2: “tai lo.”   3: “hahaha, ya lagian. lo kesel sendiri. sukurin.”   2: “diem, deh. lo kaya ga ngerti aja.”   3: “ustru karena gue ngerti banget. makanya gue begini.”   … Continue reading Sebuah Percakapan (05)

Sebuah Bungkusan Kenangan

sebuah bungkusan tergeletak di depan pintu kamar kontrakan rustam, ia baru saja selesai mandi dan berniat untuk melihat ada tukang dagang apa yang mangkal di ujung gang tempatnya tinggal. namun ia urungkan begitu melihat ada kotak kardus berukuran sedang terbalut kertas kado berwarna kuning keemasan yang berpitakan kertas metalik yang terlihat seperti dibuat dengan terburu-buru.   rustam mengambil bungkusan itu dengan hati-hati, ia tidak cukup … Continue reading Sebuah Bungkusan Kenangan

Hal-hal Sedih

aku ingin menulis hal sedih malam ini. seperti sarapan yang terlambat, baju yang tidak nyaman dipakai, celana yang robek tepat di selangkangan, kaus kaki yang setengah basah, sepatu lama yang penuh debu, jaket tua yang semakin tipis, sepeda motor yang kehabisan bensin, isi dompet yang mengkhawatirkan, macet jalanan yang membuat gerah, pesan yang tidak terbalas, sapaan yang dihiraukan, pekerjaan kantor yang menumpuk, makan siang yang … Continue reading Hal-hal Sedih

Jarak

kembali pulang setelah seratus malam terhempas di ribuan kilometer jauhnya membuatku semakin percaya bahwa jarak membawa banyak perubahan. jarak memberimu hal-hal yang tak sempat kau pelajari selama ini. jarak membawamu menjauh, jarak mengajakmu mendekat, jarak merekatkan kata, jarak menguatkan rasa.   aku pernah merasa kita sedekat hawa dan buah khuldi, terbuai dan saling terlena. tapi aku juga sempat merasa kita sejauh hari kemarin, tak tergapai … Continue reading Jarak

Risalah Akhir Pekan

aku bawakan sebuah tulisan. tentang kematian di ujung jalan. di sebuah kota kecil bernama keengganan. saat matahari dan bulan sedang berselisih, perkara siapa yang lebih sering dinantikan.   aku kemas ranting kering. dari setapak jalan hutan kecil di tengah kota, di mana hijau tak kunjung tiba dan embusan angin tak pernah menerpa.   aku kirimkan nisan. untuk mata yang tak pernah saling menatap, bibir yang … Continue reading Risalah Akhir Pekan