Kembali
ia menoleh ke kiri sebentar, lalu menoleh ke kanan, lalu menunduk sambil memasukkan tangannya ke kantong celana. diambilnya sebungkus rokok yang dibeli di perjalanan menuju kantor tadi pagi. ia berjongkok di antara mobil-mobil yang terparkir tidak beraturan, membakar batang pertamanya setelah sarapan bubur jagung dan segelas susu kambing dingin serta setangkup roti isi selai nangka buatannya sendiri. ia senang berada di sana, tidak banyak orang … Continue reading Kembali
