21:04

mencintaimu adalah perkara menemukan nostalgia kecil di dalam sudut-sudut ingatanku. aku tak pernah lupa.   seperti ringan angin yang mengacak-acak tumpukan berkas pekerjaan yang tertumpuk dari pagi. mencintamu dengan mudah mengacaukan semua isi kepalaku.   aku tak pernah tahu kenapa ada sejumput rasa yang enggan sekali pergi. suatu waktu sempat hilang, tapi rupanya ia hanya bersembunyi. sejurus kemudian mulai lagi mengakuisisi isi hati.   mungkin … Continue reading 21:04

Himne Pemakaman Matahari

gema suara dari tiap pelantang yang tersebar di penjuru kota sayup-sayup terdengar. perlahan semua orang mulai keluar dari persembunyiannya. anak-anak kecil berlarian, berkeliaran dengan riang, orang-orang tua menyunggingkan senyum sembari mengepalkan tangannya ke udara. semua berkumpul di tengah lapangan kota untuk sebuah peristiwa.   mereka merayakan kematian matahari untuk yang ke sekian kalinya. mereka merayakannya dengan menghidangkan puluhan macam sajian untuk perut semua orang. tidak … Continue reading Himne Pemakaman Matahari

Tiga Batang Sebelum Tidur

keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan boxer garis-garis hitam putih, rustam mengeringkan rambutnya dengan enggan. sesungguhnya ia malas sekali keramas, tapi ia harus. karena sudah tiga hari belakangan ini kepalanya sama sekali tidak terkena air. kusut, berminyak, dan sudah tidak keruan bentuknya.   sambil terus menggosok-gosok kepalanya, rustam menyalakan kompor listrik barunya, memanaskan air untuk membuat segelas kopi dan memasak makan malam untuknya sendiri. ia … Continue reading Tiga Batang Sebelum Tidur