Rintik

rintik hujan dan tetesan air yang merambat di jendela kamar menyadarkan mimpiku. sudah terlalu lama aku tertidur, kepalaku terasa berat. pantas saja, kulihat ada berbotol botol kosong alkohol berbagai jenis di tepi ranjangku. aku bergerak lunglai, mencoba memutar kembali apa yang terjadi sebelumnya. tapi semua samar, hanya memar di pelipis kananku yang terasa. sepertinya aku terbentur sesuatu. atau aku membenturkan kepalaku sendiri entah oleh sebab … Continue reading Rintik

Ombak dan Sekoci

kepingan itu masih tersimpan rupanya. terselip di antara berkas-berkas tak perlu yang sengaja kuletakkan di pojokan meja karena aku tak tahu, mungkin suatu saat aku memerlukannya. aku hanya ingin merapikan mejaku yang berantakan, yang tak pernah luput dari lembaran catatan-catatan kecil, coretan-coretan tak penting, ide-ide yang tak pernah dilaksanakan, serta ceracau-ceracau yang tertangkap pena. aku hanya ingin mencoba memilah mana yang aku perlu. mana yang … Continue reading Ombak dan Sekoci

Yang Ada

yang berteriak lantang tapi dikonfrontasi mendadak bungkam? ada. yang berbisik tapi semua telinga mencuri dengar sembunyi-sembunyi? ada. yang perlahan-lahan suka lalu jatuh cinta? ada. yang mendadak benci tapi kemudian berempati? ada. yang menjauh karena salah menduga? ada. yang mendekat karena terlalu berharap? ada. yang rindunya disekat jarak? ada. yang lamunannya dihajar realita? ada. yang kehilangan namun tak berhenti mencari? ada. yang punya segalanya tapi selalu … Continue reading Yang Ada