23:38

aku ingin menemanimu tidak melakukan apa-apa, berdua. hanya duduk bersebelahan, saling memandang gemerlap lampu ibukota yang semakin semakin malam cahayanya semakin berkilau.

 

di bangku kosong dengan berbekal dua gelas kopi instan yang kita beli dari bapak penjaja bersepeda dengan dua termos besar dan puluhan bungkus plastik di keranjangnya. jakarta malam itu tidak terlalu dingin, sehingga minuman panas tidak menjadi keharusan, bisa saja kita memesan es nutri sari, atau marimas, atau teh sisri. tapi kantuk ada di antara kita, maka kafein adalah jawabannya.

 

saling sibuk dengan ponsel masing-masing, kita sesekali bertukar cerita. tidak banyak yang bisa dibicarakan, kamu bilang hanya ingin duduk dan berlama-lama saja. aku mengangguk mengiyakan.

 

sampai hampir berganti hari, kita bergegas pulang. kopi tidak sampai habis, dan beberapa cerita masih ditangguhkan.

 

(211/365)

 

 

 

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s