Akulah

akulah kuilmu. arca yang kau tumpuk di atas puing-puing risau tak berkesudahan.

akulah altarmu. nisan yang berulang kali kau remukkan dan tak usai kau hiraukan.

akulah kitabmu. lembar-lembar kalam yang tak pernah selesai kau tamatkan.

akulah jubahmu. yang kau kenakan sambil menari enggan dalam kemenangan.

akulah sunyi yang menghentak riuh di tengah kabut malam penuh deras air hujan.

akulah kesia-siaan paling jelas dari tiap-tiap jengkal perca yang kau bebat di sekujur badan.

dan akulah kata-kata yang mengkhianati janjinya sendiri. doa yang menagih karmanya sendiri. jemari yang mencekik lehernya sendiri. dan lelaki yang menghancurkan dirinya sendiri.

(50/365)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s