Utuh

​tak akan pernah sama lagi rasanya.

berada di dekatmu tak lagi membuat debar jantungku lebih kencang. adrenalin ini surut sudah. mereda seperti sisa hujan badai semalam. hanya meninggalkan genangan-genangan yang kuhindari saat melangkah.

aku tidak tahu menguap ke mana perasaan itu. saat tidak ada lagi cerita yang kita bagi, ketika tegur sapa sudah kembali seperti sedia kala, perasaan ini justru semakin menjauh. aku seperti mulai terbiasa menghadirkan diriku yang lunak. dia yang keras hampir tak pernah muncul.

ketika semua sudah diserahkan, harapan terbesar adalah ia akan diterima dengan baik, perkara apakah ia akan terbalaskan atau tidak, itu bukan soal yang utama.

yang jelas semua sudah ada dalam porsinya masing-masing. porsimu utuh, tak tersentuh.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s