Sebatang Asa

aku membakar lagi sebatang asa untuk ditukar dengan sebuah kenyamanan. kenyamanan yang bahkan aku sendiri tidak yakin akan ada. entahlah, namanya juga hidup. lebih banyak memikirkan pilihan daripada mengambil pilihan itu sendiri. puluhan puntung terlihat seperti kekacauan dalam satu tempat sempit. kembali lagi antara memilih untuk membuangnya agar terlihat lebih bersih, atau membiarkannya menghambur sampai mengotori sekitarnya. bakar lagi sebuah harapan. hilang lagi sebuah kesempatan. … Continue reading Sebatang Asa

Percakapan Dalam Senyap

rindu dan malu bertemu dalam sebuah sore di ujung minggu. dua-duanya kehilangan kosakata. hanya hening yang terasa dalam pertemuan mereka. rindu sudah lama ingin sekali bertemu, namun malu seringkali urung untuk dapat berjumpa walau hanya sebentar saja. dua-duanya tidak punya kekuatan untuk saling mengungkapkan maunya. malu sudah lama ingin sekali berjumpa, namun rindu seringkali tidak berani untuk menunjukkannya walau hanya sedikit saja. dua-duanya selalu punya … Continue reading Percakapan Dalam Senyap

Catatan Mimpi

aku percaya kalau mimpi adalah cara alam bawah sadar kita untuk menyampaikan sebuah pesan. masalahnya sudah hampir dua bulan ini aku tidak pernah ingat apa yang ada di mimpi malam sebelumnya. sehingga aku tidak pernah tahu akan pesan yang kemungkinan terkirim. ada beberapa teman yang menyarankan untuk mencatat semua kejadian dalam mimpi langsung setelah bangun tidur agar tidak ada yang terlupa. namun, ternyata masalah utamanya … Continue reading Catatan Mimpi

Day 30: Cukup Puas

apa yang saya rasakan selama menulis? banyak. dari menulis saya bisa merasakan sedih dan berusaha mencari cara untuk menyampaikannya. saya bisa merasakan bahagia dan berusaha mencari padanan kata untuk disandingkan dengannya. saya bisa merasakan getir, cemas, ragu, harap, dan berusaha semampunya untuk bisa mengungkapkannya dengan jelas. dari menulis saya bisa bercerita dengan lebih lugas. belajar untuk terus membaca, mencari kosakata baru, bolak-balik membuka kamus bahasa … Continue reading Day 30: Cukup Puas

Day 29: Mimpi Tentang Pusat Kebudayaan

ah, perbincangan tentang masa depan. salah satu topik yang tidak pernah saya anggap serius karena saya selalu merasa tidak punya masa depan. hidup saya seringkali hanya untuk hari ini saja. bayangan soal masa depan itu masih ada meskipun samar dan berbayang. belum terlihat bagaimana arahnya. tapi saya masih memimpikan hal berikut. bayangkan ada sebuah bangunan tiga lantai dengan halaman yang cukup luas untuk bermain futsal … Continue reading Day 29: Mimpi Tentang Pusat Kebudayaan