Angin

​aku ini angin. menyejukkan saat aku berhembus pelan. menyebalkan saat bertiup kencang. kadang dicari, tak jarang dibenci. aku yang merusak tatanan rambutmu dengan sengaja, membuatmu kesal dan mengutukku. tapi kemudian kamu cari karena ternyata terik matahari merusak pulasan bedak di wajahmu. aku yang menenangkanmu kala senja, menemanimu bercerita dengan segelas minuman hangat dan cemilan yang baru diangkat dari penggorengan. aku ini angin. tak mudah kau … Continue reading Angin

Cukup

​sudah cukup. aku tidak mau menyia-nyiakan energi ini untuk membenci. lebih baik kita saling bertukar doa, berharap semua akan jadi lebih baik, sesegera mungkin saling menggapai bahagia. remah yang kau kumpulkan boleh kau buang, karena itu tak akan membuatmu kenyang. nanti biar kusiapkan setangkup cerita, untuk kau cerna sambil menikmati secangkir kopi panas menjelang senja. tak perlu ada yang dijelaskan. lebih baik tidak ada yang … Continue reading Cukup

22 Desember

​untuk doa yang menggantung di langit, tolong sampaikan rinduku sekalian padanya. sampaikan aku rindu semua perbuatannya di dapur, sampaikan aku rindu semua ocehannya setiap waktu.  untuk harapan yang belum pernah diwujudkan, tolong beri aku isyarat untuk menunaikannya. sempatkan aku untuk menjadi apa yang ia pernah sampaikan padaku, sempatkan aku untuk membuat keluargaku tidak kesusahan. tadi pagi air mataku tak bisa kubendung, sepanjang perjalanan menuju tempat … Continue reading 22 Desember

Kontemplasi

​malam ini aku tidak akan menulis kebencian. aku hanya mencoba mengingatkan sesuatu. kamu adalah apa yang orang lain katakan tentangmu. kamu boleh tidak pedulikan itu. “biar saja mereka berkata demikian, mereka tak berjalan dengan langkahku”, mungkin itu yang akan kamu katakan. tidak ada yang salah dengan pendapatmu. aku tidak akan mendebatnya. negara kita masih punya aturan masalah kebebasan berpendapat, jadi kalau kamu tidak peduli apa … Continue reading Kontemplasi

Untuk Kekasihku (nanti)

​untuk kekasihku nanti, aku ingin mencatatkan beberapa hal yang tolong kamu ingatkan kepadaku. ingatkan aku untuk tak terlalu lelah bekerja. untuk tak terlalu banyak menghabiskan waktuku di depan monitor dan lebih banyak menggenggam tanganmu dibandingkan mouse komputerku. ingatkan aku untuk tak terlalu banyak menghisap nikotin dan mereguk kafein. agar bau mulutku tercium lebih sedap saat bibirku mengecup keningmu. ingatkan aku untuk lebih banyak menyisihkan rejekiku … Continue reading Untuk Kekasihku (nanti)