:)

layar kosong dan denting notifikasi yang tak kunjung tampak, harap balas dari pesan yang sedari pagi dilayangkan, rindu sapa sederhana kadang begitu memilukan.   tapi melihat kau baik-baik saja sudah cukup. meski tak terlihat ada senyum di lengkung bibirmu, tapi aku tahu kau bersenang-senang di sana.   debar-debar ini membuatku sulit tidur, tapi memang tak kurencanakan untuk itu. aku hanya ingin menghabiskan malam dengan memikirkanmu. … Continue reading 🙂

Sabar

sabar, aku sedang membujuk tuhan. prosesnya memang agak lama, kamu tahu sendiri. sabar saja dulu.   sabar, jangan kamu buru-buru. nanti aku beri tahu, di mana kamu harus menunggu. sabar saja dulu.   sabar, tenang-tenang saja di situ. jangan marah melulu, jengkel terus tidak ada gunanya. sabar saja dulu.   sabar, nanti kalau tuhan tidak mau membantu, aku temui kawanku yang lain.   (191/365)   Continue reading Sabar

Satu Jam

aku hanya sempat menyisakan satu dari dua puluh empat jam untuk memikirkanmu. tidak banyak memang, karena sudah tidak banyak pula yang menahanku untuk memikirkanmu lebih lama.   aku kadang masih membaca pesan-pesan singkat yang pernah kamu kirimkan untuk membalas guyonan acakku, ide konyolku, dan beberapa ajakan kencan yang kamu abaikan.   aku hanya sempat menyisakan satu dari dua puluh empat jam untuk memikirkanmu. tidak banyak … Continue reading Satu Jam

Rekuiem

dan dari sajak-sajak berkalang kalam-kalam maut, aku senandungkan sepenggal gema yang mengkultuskan kidung dari sudut malam dengan mata yang enggan terpejam.   dan kala senyap perlahan menyusup dari sulur belukar yang sempit, mengapit sepasang doa yang menanti diamini dan dosa yang menunggu diampuni. aku dendangkan ritus abadi tentang yang maha dan yang tunggal.   dan ketika desis juru tafsir mulai mendesus bising hingga jejak-jejak bara … Continue reading Rekuiem