Ungu

  kamu terlalu anggun untuk dihiraukan. terlalu misterius untuk dikaji lebih dalam. kamu terlalu mewah untuk direndahkan. terlalu berharga untuk disia-siakan.   sejauh mana kamu ingin terbang? seluas apa sayapmu sanggup direntangkan? sekuat apa bisa kamu panggul beban di kedua pundakmu? sekeras apa keinginanmu untuk pergi jauh?   duduklah sini, ceritakan padaku. akan kuseduhkan telinga yang hangat untuk kamu bisikkan.   (207/365)       … Continue reading Ungu

Nila

  tidak ada yang lebih ragu dari maju di tengah ladang ranjau.   setiap langkah adalah risiko, setiap konsekuensi harus diterima, selamat atau tidak, hanya satu langkah perbedaannya. menerima dengan sebaik-baiknya, menjalani dengan sehomat-hormatnya.   pancang-pancang tersembunyi yang hanya akan muncul saat kesalahan dibuat, membuat keraguan semakin kuat. satu-satunya cara adalah mengambil segala kemungkinan dari setiap ketidak mungkinan, sehingga mempersempit semua kemungkinan sampai saatnya kita … Continue reading Nila

Biru

  dingin. sorot matamu membuatku tidak nyaman. ada rasa yang membuatku tidak kuat berlama-lama memandangmu. mungkin bukan salahmu, hanya aku yang kelewat keras berharap.   aku selalu berusaha masuk ke dalam kepalamu, dan berulang kali keluar dari sana tanpa hasil apapun. kamu terlalu sulit diterka. bentengmu terlalu kokoh. kuda trojanku tidak pernah bisa mengelabuimu.   tapi tunggu saja, tidak ada yang tidak bisa ditembus.   … Continue reading Biru

Hijau

  mataku terbuka perlahan sesaat setelah cahaya terang dengan sewenang-wenang menyusuri wajahku. panas matahari memang belum terlalu terik, tapi perubahan dari gelap ke terang secara mendadak membuatku tidak nyaman.   aku bangkit dari tidurku, duduk bersila dan mencoba untuk melihat sekeliling. rumput basah dan puluhan batang pohon menjulang di antara kayu-kayu mati yang memagari tidurku. aku masih belum tahu ada apa ini. aku masih mencoba … Continue reading Hijau