Anatomi Luka

dihajar berulang kali juga tak akan membuatku kapok dan menyerah. dipukul sampai babak belur juga tak akan membuatku tersungkur. aku sudah terlalu akrab dengan lebam dan bilur. lecet-lecet tidak ada apa-apanya.   sayatan di lengan, memar di siku, darah yang menetes perlahan di pelipis, sampai ludah yang berwarna merah. retak tulang kering, dislokasi sendi, urat-urat yang salah lajur, sampai kulit yang mengelupas tak beraturan.   … Continue reading Anatomi Luka

Harusnya Kalian Saja!

  ada darah yang menetes lagi atas nama kebencian. ada teriakan lirih yang tak didengar di tengah riuh lemparan helm, ayunan kayu, tendangan dan tinju.   ada darah yang tumpah sia-sia hari ini. ada nyawa yang hilang saat bertandang. ada sumbu yang terpantik setelah sekian lama padam.   untuk kalian yang menganggap berbeda warna adalah ancaman. untuk kalian yang merasa tanahnya terlalu suci untuk diinjak … Continue reading Harusnya Kalian Saja!

Kapan-Kapan

kapan-kapan kamu mau, hari minggu akan aku siapkan untukmu. sepiring cerita dan segelas rayuan. diiringi lagu-lagu rindu. gula-gula menanti untuk kau nikmati.   kapan-kapan kamu siap, untukmu akhir pekan akan senantiasa berderap. meredakan ini dan itu yang mengganggumu sepanjang minggu.   kapan-kapan kamu bisa, aku mau mengajakmu berwisata. mencari makanan enak di sudut ibukota. perut kenyang dan kita semua bahagia.   kapan-kapan saja.   (265/365) … Continue reading Kapan-Kapan