Category: mis·cel·la·ne·ous

1 : consisting of diverse things or members : heterogeneous.
2a : having various traits.
2b : dealing with or interested in diverse subjects as a writer

  • Mencegat Tenggat

    hari ini lelah sekali, padahal aku tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat di kantor. sepanjang hari aku hanya duduk di depan komputerku, mengerjakan rutinitas yang selalu hadir setiap hari. sebetulnya tidak bisa dibilang rutinitas karena tidak hanya satu hal yang kukerjakan berulang-ulang. pekerjaanku cukup dinamis. hanya saja memang cenderung itu-itu saja.

    mungkin karena dikejar tenggat, makanya hari ini menjadi lebih melelahkan dari biasanya. mata, tangan, dan otakku dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya. tenggat memang keparat.

    aku sering mengeluh, tapi tidak sungguh-sungguh. aku suka bekerja, meski lebih suka berleha-leha. aku bisa seharian bekerja, benar-benar menyelesaikan segala tugas sampai tuntas. tapi lain waktu aku bisa terlampau santai sampai pekerjaan jadi lalai.

    tapi beberapa hari lagi akhir pekan. harusnya aku bisa senang. bukan karena ada rencana kencan. hanya saja di situ lah aku bisa merasa tenang.

    sudahlah, katanya lelah. tapi masih saja terjaga. besok jangan sampai lengah. menghadapi tenggat butuh banyak tenaga.

     

    (262/365)

     

     

     

  • Diamlah

    kadang aku bilang setuju dengan pendapat seseorang hanya agar mereka berhenti bicara. tapi nampaknya aku salah. mereka jadi lebih banyak bicara setelah itu.

     

    (261/365)

  • Kontemplasi Setengah Hati

    siang tadi saya sempat berpikir soal diri saya. kenapa saya sepertinya punya kecenderungan untuk tidak suka ditemani. bukan, bukan saya lebih suka sendirian. saya tidak keberatan ada orang di sekitar saya. hanya saja jangan terlalu lama. saya suka merasa tidak nyaman.

    saya sering sekali merasa tidak nyaman berada di dekat orang lain. kalau ada yang pernah bersama saya lebih dari beberapa jam, mungkin bisa merasakan kalau perilaku saya menjadi agak aneh seiring waktu berjalan. rasanya seperti tingkat kenyamanan saya makin lama makin berkurang.

    tidak, saya tidak benci itu. hanya saja saya harus melakukan hal lain, atau lebih tepatnya mencari fokus pada hal lain. berusaha mendistraksi pikiran saya ke sesuatu yang lain. kalau diperhatikan, itu mungkin jadi satu alasan kenapa saya selalu memainkan ponsel hampir setiap beberapa waktu. sekadar untuk mengalihkan perhatian saya ke tempat lain.

    itu juga kenapa saya agak sulit berkonsentrasi dan fokus pada satu hal. saya lebih suka mengerjakan beberapa hal sekaligus, karena saya bisa dengan mudah berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya.

    saya belum pernah mencoba meditasi, karena lebih baik saya tidur ketimbang harus berdiam diri mengosongkan pikiran. atau justru saya lebih memilih memancing otak untuk bekerja lebih keras dan memikirkan banyak hal.

    entahlah, dengan pola pikir seperti ini saya sendiri bingung kenapa saya bisa punya teman.

     

    (260/365)

     

     

  • Invisible Things

    a dream, a whisper, destiny, a vibe, ultimate reality, a thought, a giggle, nostalgia, weirdness, toxin, life, math, a spooky, love, hope, shame, a surprise, wisdom, persona, a tradition, luck, fear, panic, time.

     

    some of the invisible things in yourself.

    some could be disappear, some just hiding from you.

    which one would you love to be visible forever?

     

    (259/365)

     

     

  • NKCTHI

    mungkin lima tahun dari sekarang, kita akan bertemu lagi di halaman belakang sebuah kedai kopi kecil. aku yang sudah duduk manis dengan kopi tubruk yang asapnya masih mengepul dengan buku di tangan kiri dan sebatang rokok di sela jari tangan kananku. dan kau yang baru saja datang dan repot dengan tas jinjing serta segala barang bawaannmu.

     

    kau melihat mataku, melempar senyum dan melambaikan tangan ke arahku. dan aku yang membalas dengan anggukan kepala dan mematikan rokokku di asbak yang dialasi tisu basah.

     

    aku meletakkan buku ke meja dan beranjak menemuimu di depan kasir.

     

    “apa kabar? kamu sudah punya jawabannya?”

     

    (258/365)