Category: mis·cel·la·ne·ous

1 : consisting of diverse things or members : heterogeneous.
2a : having various traits.
2b : dealing with or interested in diverse subjects as a writer

  • Terbentur, Terbentur, Terbentur, Hancur.

    terbentur, terbentur, terbentur, hancur.

     

    maafkan saya, bung tan malaka. segala benturan ini tidak mampu membentuk saya menjadi sesuatu yang lebih baik. mungkin sang pandai besi yang menempa diri saya salah memperhitungkan panas dan gempuran gadanya. mungkin panasnya kurang tinggi dan gempurannya kurang bertenaga. atau mungkin malah panasnya kelewat tinggi, sehingga jadi terlalu lumer.

     

    tapi tidak ada yang sia-sia. kalah jadi abu, menang jadi arang. dua-duanya punya fungsi masing-masing. masih bisa berguna. tidak ada yang kalah. semua menang.

     

    terbentur, terbentur, terbentur, lebur.

     

    mungkin sudah saatnya saya melebur dengan apapun yang sudah digariskan, mengikuti alur, tidak perlu melawan arus yang nantinya akan merepotkan diri sendiri.

     

    (252/365)

     

     

     

     

     

  • Masih Mungkin

    membenturkan alam nyata dengan remah-remah bayangan tidak pernah berjalan mulus. beberapa akan pecah berantakan, sisanya tergores, lecet, dan tidak kembali utuh seperti semula.

    tapi hal terbaik yang kau dapat dari pergi ke tempat lain adalah sebuah pelajaran. pelajaran yang tidak kau terima dari pengalaman hidup. seolah memproyeksikan hal-hal yang belum terjadi, yang akan terjadi, dan yang mungkin terjadi.

    karena bagaimanapun, kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan untuk berkata “tidak mungkin”. (Homicide-Barisan Nisan)

    dan aku yakin, kita masih mungkin bersama.

    (251/365)

     

     

     

     

  • Perpisahan Semu

    “nanti kita akan bertemu lagi, dalam waktu dekat, di belahan dunia lain.”

     

    tapi kita tidak pernah benar-benar berpisah. aku masih di sini, kau masih di sini. kita masih di tempat yang sama.

     

    kalau memang kau sudah memutuskan untuk pergi, kenapa masih tetap tinggal? atau maksudmu aku yang harus pergi? kenapa?

     

    kenapa harus pergi? apa yang salah dengan tetap di sini? kalau kau tidak mau pergi, kenapa memutuskan untuk berpisah?

     

    kenapa ada perpisahan untuk hal yang memang tidak pernah menyatu?

     

    (250/365)

     

     

     

     

  • Diam

    suara sember dari pengeras suara murahan yang dibeli di pasar malam beberapa bulan lalu masih menggaungkan lagu-lagu muram yang sudah sengaja disusun dari semalam. teh panas dengan asap yang masih pelan menguap dari gelas kaca di samping meja kerja. dan angin dingin dari hujan yang tak kunjung reda dari pagi.

     

    aku masih duduk di tempat yang sama. masih memikirkan hal-hal yang perlu kuselesaikan, tapi tidak kunjung aku lakukan.

     

    sepertinya berdiam diri tanpa melakukan apapun cukup ideal untuk menghabiskan hari yang sebentar lagi selesai.

     

    (249/365)

     

     

  • Haiku: Candu

    tembakau kering

    selembar kertas papir

    candu pertama.

     

    buih alkohol

    di dalam gelas kaca

    candu kedua.

     

    baris aksara

    serta alunan nada

    candu lainnya.

     

    menanti kantuk

    dalam ruang temaram

    selamat malam.

     

    (248/365)