Lepas
malam masih terlalu pekat untuk dihidangkan bersama dengan dinding kosong yang digedor-gedor kesendirian. tapi kepala ini terlalu ribut untuk dibiarkan begitu saja. kokang sedikit agar terpental semua bias yang terpancar redup cahaya. tapi hanya kamu dan semua mati. aku masih hampir pulas terbawa mimpi. di gigir bebatuan keras dan keping-keping karas yang disulam halus dengan pukulan godam menyiratkan sebuah pesan yang mau tidak … Continue reading Lepas
