Sebuah Percakapan (03)

“padahal sebentar lagi, lo ga mau nunggu?” … “lo aja, gue ngga.” … “yah, masa sendirian gue.” … “dari kemaren-kemaren juga kan lo sendirian. kenapa baru sekarang ngeluhnya?” … “lo selalu gitu, nih. ga pernah dukung.” … “ya sama aja. lo juga selalu gitu. ga pernah bisa dibilangin.” … “ya lo kan tau.” … “ya lo juga harusnya tau gue, dong.” (72/365) Continue reading Sebuah Percakapan (03)

Ia dan Perempuan Itu

ia terduduk di tepi ranjang dengan penisnya yang masih terbungkus kondom. sebatang rokok tersulut di sudut bibirnya membiarkan tenggorokannya terpapar racun-racun yang ia persilakan masuk dengan perlahan. perempuan itu sibuk memainkan ponselnya, melihat beberapa pesan masuk, menjawab beberapa pertanyaan yang datang, dan sesekali tertawa sendiri. ia masih berusaha menghabiskan rokoknya sambil membersihkan sisa hajat yang baru saja dituntaskan. tidak lama, hanya beberapa menit saja ia … Continue reading Ia dan Perempuan Itu