233
ini sudah hari ke-dua ratus tiga puluh tiga, dan pahlawan kita masih susah beranjak dari tempat tidurnya. (233/365) Continue reading 233
ini sudah hari ke-dua ratus tiga puluh tiga, dan pahlawan kita masih susah beranjak dari tempat tidurnya. (233/365) Continue reading 233
kita adalah tuhan dari kata-kata yang kita kurung dalam frasa, dipaksa berbaris sesuai keinginan, dipaksa hidup dalam satu karangan utuh atau bahkan hanya sepenggal. meninggalkan rasa penasaran, menunggu akhir dalam ketidak pastian. kita adalah tuhan dari aksara-aksara yang ditulis dalam lembar kusam, dengan pundak yang memikul kecemasan, dan kaki yang terbelenggu keengganan. sungguh tega kita yang menciptakan kebencian dari barisan huruf yang tak berdosa. … Continue reading Kita : Tuhan
(231/365) Continue reading Masih Bisa
“i automatically stop trying when i feel unwanted. i won’t reach out to you if it’s not being reciprocated. i don’t beg.” – Anonymous ingin rasanya menjadi pribadi yang jauh dari pamrih. tapi rasanya jauh di lubuk hati paling dalam, selalu ada keinginan untuk mendapatkan balasan dari apapun yang sudah kita perbuat. hal kecil seperti dirindukan adalah satu contoh timbal balik yang selalu diharapkan … Continue reading Try Not Do, or Do Not Try.
jangan takut. gambarlah apapun walau hanya garis-garis acak. bernyanyilah walau banyak nada terlewat. tulislah puisi walau hanya seputar senja atau kopi. berlarilah pelan walau sekitarmu terburu-buru. tamatkanlah bukumu walau menghabiskan berbulan-bulan. kamu tidak perlu mahir untuk melakukan hal yang kamu senangi. lakukan apapun yang kamu suka. jangan takut walaupun kamu payah. (229/365) Continue reading Payah