Diamlah
kadang aku bilang setuju dengan pendapat seseorang hanya agar mereka berhenti bicara. tapi nampaknya aku salah. mereka jadi lebih banyak bicara setelah itu. (261/365) Continue reading Diamlah
kadang aku bilang setuju dengan pendapat seseorang hanya agar mereka berhenti bicara. tapi nampaknya aku salah. mereka jadi lebih banyak bicara setelah itu. (261/365) Continue reading Diamlah
siang tadi saya sempat berpikir soal diri saya. kenapa saya sepertinya punya kecenderungan untuk tidak suka ditemani. bukan, bukan saya lebih suka sendirian. saya tidak keberatan ada orang di sekitar saya. hanya saja jangan terlalu lama. saya suka merasa tidak nyaman. saya sering sekali merasa tidak nyaman berada di dekat orang lain. kalau ada yang pernah bersama saya lebih dari beberapa jam, mungkin bisa merasakan … Continue reading Kontemplasi Setengah Hati
a dream, a whisper, destiny, a vibe, ultimate reality, a thought, a giggle, nostalgia, weirdness, toxin, life, math, a spooky, love, hope, shame, a surprise, wisdom, persona, a tradition, luck, fear, panic, time. some of the invisible things in yourself. some could be disappear, some just hiding from you. which one would you love to be visible forever? (259/365) Continue reading Invisible Things
mungkin lima tahun dari sekarang, kita akan bertemu lagi di halaman belakang sebuah kedai kopi kecil. aku yang sudah duduk manis dengan kopi tubruk yang asapnya masih mengepul dengan buku di tangan kiri dan sebatang rokok di sela jari tangan kananku. dan kau yang baru saja datang dan repot dengan tas jinjing serta segala barang bawaannmu. kau melihat mataku, melempar senyum dan melambaikan tangan … Continue reading NKCTHI
dan pada sebuah akhir, kita memulai. memulai apa yang tidak pernah kita rencanakan. rencana yang tidak pernah rapi disusun. dan pada sebuah akhir yang lain, semuanya harus diselesaikan. (257/365) Continue reading Pada Sebuah Akhir