Membandingkan Hidup

pernah suatu hari bertemu kawan lama di sebuah warung kopi, aku sedang beristirahat di perjalanan menuju pulang. sudah bertahun-tahun kami memang tidak bertemu, mungkin selepas kuliah, atau saat sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan pertama. kawanku ini bukan seorang yang menyenangkan. aku sendiri juga bukan orang yang menyenangkan, jadi sah-sah saja aku menyebutnya tidak menyenangkan, toh aku pun tidak menyenangkan. dengan gelas kopi masing-masing, kami berbincang kecil. … Continue reading Membandingkan Hidup

Anatomi Luka

dihajar berulang kali juga tak akan membuatku kapok dan menyerah. dipukul sampai babak belur juga tak akan membuatku tersungkur. aku sudah terlalu akrab dengan lebam dan bilur. lecet-lecet tidak ada apa-apanya.   sayatan di lengan, memar di siku, darah yang menetes perlahan di pelipis, sampai ludah yang berwarna merah. retak tulang kering, dislokasi sendi, urat-urat yang salah lajur, sampai kulit yang mengelupas tak beraturan.   … Continue reading Anatomi Luka