Pintumu Tertutup

pintumu tertutup, tapi tidak terkunci. aku hanya perlu mengetuknya lembut supaya kamu bisa membuka dan mempersilakanku masuk ke dalam. aku bisa saja menggedor keras agar kamu lebih cepat membukanya. tapi itu hanya akan membuatmu melongok dan mengusirku pergi.   pintumu tertutup, tapi jendelamu terbuka. semua orang bisa mengintip apa yang terjadi di dalam sana. tapi aku tidak. aku lebih suka meminta izin terlebih dahulu, agar … Continue reading Pintumu Tertutup

Tidak Pernah Ada Di Sana

pada akhirnya semua kembali pada seberapa kuat kamu bisa merelakan pergi. seberapa kuat kamu bisa berdamai dengan dirimu sendiri. seberapa kuat kamu bisa menerima semua yang bukan tentangmu. Pada akhirnya selalu ada yang akan menegurmu, mengatakan padamu hal-hal pahit, menyodorkan kenyataan yang tidak kamu harapkan, dan menjadikannya alasan. Pada akhirnya memang harus kamu yang beranjak. ia sudah tidak lagi di sana. ia tidak pernah ada … Continue reading Tidak Pernah Ada Di Sana