Satu Malam

duduk di bangku kayu depan kamar, memangku komputer jinjing dan mendengarkan alunan lagu-lagu sendu sepertinya cocok untuk dilakukan sambil memikirkan ini dan itu.

memikirkan bagaimana nasib akan membawakan narasinya. memikirkan bagaimana skenario yang akan dijalani. memikirkan bagaimana hidup akan berjalan.

semua dilakukan sambil menikmati setengah bungkus kretek dan segelas penuh anggur.

semoga semua baik-baik saja.

 

 

(280/365)

 

 

 

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s