Kertas Putih Berjudul Kamu

aku menolak untuk mengabaikan bahwa kamu adalah baris frasa yang berulang dalam paragraf ini meskipun semuanya tertulis dengan acak.

 

mulai membingungkan ketika tanpa sadar aku kembali membacakan larik-larik puisi yang kamu sempat tuliskan untukku. membuatku bertanya lagi tentang apa yang boleh dan apa yang seharusnya tidak aku lakukan.

 

semua tersimpan di secarik ingatan yang kamu kembalikan.

 

di tengah balai pustaka angan, kamu menemukan rak kecil di ujung lorong yang menyimpan beberapa kenangan dan waktu yang pernah kita habiskan. berdebu karena tidak pernah ada di antara kita yang ingin menemukannya.

 

di sini bab kita berhenti. kata-kata sudah kehilangan cara tentang bagaimana menggabungkan mereka yang menjadikannya bermakna. huruf-huruf dan suku kata berlarian tidak tentu arahnya. membuatku semakin bertanya ada apa di sini?

 

dan aku hanya ingin duduk sebentar di beranda. menyalakan semua lampu yang ada agar sekiranya mampu menerangi ingatan yang lamat-lamat memudar. salah satu yang membuatku terjebak adalah bahwa kamu adalah cerita favorit di kepalaku.

 

sekarang, untuk mengutip beberapa bayangan yang kian samar, aku akan menulis ulang cerita yang pernah terhenti.

 

akan aku tuangkan ke dalam catatan kosongku. kertas putih berjudul kamu.

 

(163/365)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s