/ber·ba·ha·ya/
(120/365) Continue reading /ber·ba·ha·ya/
(120/365) Continue reading /ber·ba·ha·ya/
awalnya hanya tersentuh. lalu kemudian jatuh. sebentar lagi runtuh. sudah kadung luluh. terlambat kalau mengeluh. seka saja dahimu yang berpeluh. yang datang karena butuh, akan digantikan yang datang karena betah. karena kalau benar-benar sungguh, ia pasti akan segera singgah. percayalah. atau tidak usah. (119/365) Continue reading Percayalah
Photo by Christian Stahl on Unsplash bukan jarak yang menjauhkan kita. tapi kesunyian di antara jarak lah yang membuat kita menjauh. saling berseberangan. bertukar pandangan hampa tanpa sedikitpun tersungging sebuah senyuman di bibir masing-masing. lalu hening pun terasa terlalu bising untuk kita yang berada dalam ruang kosong tanpa sekat dengan dinding yang terlalu tinggi untuk dilompati dan terlalu tebal untuk ditembus. dalam diam kamu membuat batas … Continue reading Jarak Dalam Sunyi
Photo by Dyaa Eldin on Unsplash mataku baru setengah terbuka ketika sinar matahari lamat-lamat merayap dari balik tirai kamar. cahaya redup yang beradu dengan bulir gerimis yang bersenggolan ramai dengan dahan-dahan pohon dan berakhir di aspal jalanan kota sepi ini. kupastikan untuk tidak terlambat bangun dengan melihat jam di ponsel yang kuletakkan di samping kepalaku. alarm sudah berbunyi tapi tidak kusadari. aku kalah sepuluh menit darinya. sial. … Continue reading Dalam Mimpi
kalau saja aku bisa memakimu, akan kukeluarkan semua kata-kata yang akan membuat telingamu jengah. kalau saja aku bisa menghajar bola matamu dengan tatapan resah yang kusimpan sejak seminggu belakangan ini. kalau saja aku bisa dengan leluasa tahu apa isi hatimu, mungkin saja aku tidak sesenewen sekarang. tapi aku tidak bisa. (116/365) Continue reading Aku Tidak Bisa