#08

tak kurasa terang sejak saat itu. 

entah apa yang salah, semuanya berubah redup. remang. temaram. seketika. 

awalnya jalan itu terlihat jelas. aku melihat sebuah titik cerah di ujungnya. aku berjalan perlahan menyusurinya, aku amati setiap detail yang aku lewati. banyak bunga kulihat, namun tak kuasa aku memetiknya. 

ada beberapa kotoran yang tertinggal,  namun tak ingin aku membersihkannya. 

jalan itu tak panjang, aku bisa melihat ujungnya walau samar. secercah harapan kupikir.

aku tercekat. lidahku kelu. titik cerah di ujung jalan memudar. berangsur gelap, seperti ada yang menutupi pandanganku. aku berlari sekuat tenaga, berharap bisa kulihat apa yang menutupi cahayanya.

dinding.

jalan itu berujung pada dinding tinggi. ada tembok batu halus di sana. ke mana titik cahaya yang tadi kulihat? yang membuatku lari hingga napasku terengah. ke mana harapan yang aku tabur? yang kupikir bisa kutuai. 

namun aku dipaksa berbalik, mencari jalan lain. dengan napas tersenggal dan peluh yang mengucur deras.

aku ingin tinggal, memastikan cahaya itu kembali lagi.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s