Day 28: MencinTAI

cinta. mencintai. dicintai. seharusnya cinta itu dua arah, kalimat aktif dan pasif, saling memberi dan saling menerima. tapi itu yang ideal. nyatanya hal tersebut sulit dilakukan. kadang cinta hanya terjadi satu arah. cinta seringnya bertepuk sebelah tangan (silakan mulai nyanyikan lagu pupus dari dewa di sini) saya pernah, dan sepertinya masih mencintai seseorang dengan tulus sampai saat ini. tidak berharap banyak, meskipun masih ada sedikit … Continue reading Day 28: MencinTAI

Day 27: Inspirator

bicara soal sosok yang menginspirasi, rasa-rasanya tidak ada yang benar-benar saya jadikan panutan atau jadi seorang yang membentuk saya. ini menurut saya saja ya. karena tidak ada kegiatan dalam hidup saya yang terjadi karena melihat seseorang melakukannya. sayalah inspirasi diri saya sendiri, makanya hidup saya begini-begini saja. sebentar, saya ralat. sepertinya saya punya beberapa sosok yang mungkin bisa dibicarakan soal ini. mari coba kita telaah … Continue reading Day 27: Inspirator

Day 26: Sekolahan

dimulai dari taman kanak-kanak. menurut cerita orangtua, saya hanya sempat berada di kelas nol kecil dan langsung meminta lulus setelah setahun bersekolah. untungnya dibolehkan, jadi saya langsung masuk sekolah dasar di umur lima tahun. sekolah dasar saya adalah sekolah kecil di sebuah kecamatan, tempat yang sama dengan semua kakak saya bersekolah. rasanya orangtua saya tidak punya kreatifitas lebih untuk menyekolahkan anaknya di tempat yang berbeda. … Continue reading Day 26: Sekolahan

Day 25: Termos Refleksi

gambar termos di tempat pijat refleksi ini menggambarkan kehangatan yang didapat setelah urat-urat mengkeret di tubuh diatur kembali agar rapi oleh mas-mas pijat yang tenaganya luar biasa. sebetulnya saya tidak tahu juga apa yang menginspirasi sehingga akhirnya saya mengambil gambar ini setelah pijat dan disuguhi air jahe hangat dan keripik pisang sebagai komplimennya. ternyata tulisan ini sama tidak pentingnya dengan gambarnya. salahkan yang membuat tema … Continue reading Day 25: Termos Refleksi

Day 24: Jangan Didengerin

pelajaran paling penting yang sejauh ini saya dapatkan adalah: “ga usah dengerin kata orang” lho, egois sendiri anda? memangnya dalam hidup ini anda tidak membutuhkan orang lain?! siapa bilang? pelajarannya kan tidak mendengarkan apa kata orang lain, bukan tidak membutuhkan orang lain. tolong lah jangan diacak-acak konteksnya. jadi begini. yang saya maksud dengan tidak mendengarkan kata orang lain adalah tentang bagaimana saya mengambil keputusan hidup … Continue reading Day 24: Jangan Didengerin