Category: project

  • Day 24: Jangan Didengerin

    Day 24: Jangan Didengerin

    pelajaran paling penting yang sejauh ini saya dapatkan adalah: “ga usah dengerin kata orang”

    lho, egois sendiri anda? memangnya dalam hidup ini anda tidak membutuhkan orang lain?!

    siapa bilang? pelajarannya kan tidak mendengarkan apa kata orang lain, bukan tidak membutuhkan orang lain. tolong lah jangan diacak-acak konteksnya.

    jadi begini. yang saya maksud dengan tidak mendengarkan kata orang lain adalah tentang bagaimana saya mengambil keputusan hidup selama ini. karena, setelah saya telaah baik-baik, ternyata selama hidup segala keputusan yang saya ambil adalah murni apa yang ada di kepala saya sejak awal.

    dari mulai mengambil jurusan kuliah, pekerjaan, kendaraan, busana, gaya hidup, semua saya pilih sendiri. tidak ada intervensi dari orang lain. ya mungkin ada beberapa obrolan dengan teman-teman, tapi pilihan akhir yang biasanya saya ambil adalah apa yang sudah saya pikirkan sebelumnya.

    mungkin karena saya lebih percaya pada diri sendiri, dan atau saya tidak suka membebani apa pun hasil pilihan saya pada orang lain. istilahnya semua saya yang tanggung. mau itu baik atau buruk (kebanyakan buruk, btw)

    karena saya sadar, hidup saya ya saya sendiri yang atur. saya adalah bos dari hidup saya sendiri. saya adalah pimpinan direksi perusahaan hidup saya sendiri.

    tapi saya tidak suka memilih atau mengambil keputusan untuk orang banyak. tidak mendengarkan apa kata orang adalah khusus untuk keputusan yang terjadi di diri saya sendiri. kalau menyangkut orang lain, saya lebih memilih musyawarah untuk mufakat. karena keputusan saya, tanggung jawab saya. keputusan bersama, ya jelas tanggung jawab bersama dong. jangan nyalahin saya, hehehe.

    (30 days writing challenge. Day 24: Write about a lesson you’ve learned)

  • Day 23: Buat Elu

    Day 23: Buat Elu

    heh, bocah! kalo lu bisa baca surat (elektronik) ini, tandanya mesin waktu bener-bener ada dan time traveller itu bukan orang halu yang kebanyakan ngobat. jadi, dengerin baek-baek karena masa depan ga seperti yang lu bayangin, atau seperti yang orang-orang kasih tau ke elu.

    gua adalah elu, tapi gua adalah elu lima belas tahun yang akan datang. ya, ya, ya, gua tau elu bingung, tapi keep on going. dis’ gon’ be hard, i know.

    gua dari 2020. ya, umur 31 lu masih hidup, jadi cita-cita lu masuk club 27 ga tercapai. dan gua masih single, yang mana cita-cita lu menikah di umur 25 juga ga tercapai. nyokap ga ada dari 5 tahun lalu, jadi mending dari sekarang lu jangan sering-sering bikin nyokap kesel deh ya. turutin aja dia mau apa, ngelawan dikit kalo emang lu punya argumen bagus aja. kalo ngga, yaudah diem mendingan.

    sebenernya kita (gua deng) santai-santai aja sama hidup yang sekarang. tapi kalo ngeliat banyak yang udah kejadian beberapa tahun belakangan, kayanya gua punya beberapa saran dan nasihat yang kalo bisa sih lu lakuin cepet-cepet ya. dengerin! eh, baca!

    satu, SIMPEN KOLEKSI BUKU DAN MAJALAH YANG BENER! lu ga tau aja seberapa berharganya bacaan yang kita pernah punya tapi sekarang gua ga megang satu pun. padahal lumayan bisa buat flexing ke cewe-cewe berbudaya, bro. atau ya emang perlu aja sih buat arsip. tolong lebih apik kalo nyimpen barang!

    dua, minta beliin bokap motor tua, deh. trus lu bangun. belajar mesin dikit-dikit. bokap pasti mau ngajarin. masa iya mekanik ga mau nurunin ilmunya, sih. motor tua happening, bro! apa lagi kalo emang lu punya motor tuanya dari lama. rispek orang-orang bakal tinggi ke elu!

    tiga, nabung. simpen duit jajan lu. 2 tahun lagi keluarga lu bangkrut, jadi lu masih punya waktu buat nyelametin keluarga, terutama diri lu sendiri.

    empat, bikin karya. dokumentasiin yang rapi, biarin aja temen-temen lu ga ngedengerin apa yang lu bikin, ga baca apa yang lu tulis, ga ngeliat apa yang lu ciptakan. tapi lu punya arsip yang nantinya bakal bisa ngebantu lu bikin sesuatu ke depannya. blog ini ada karena gua ngeliat tulisan lu di binder jaman SMA bro. jadi, keep on creating even if it’s a shit!

    lima, rawat diri. biar apa? biar lu ga susah nyari cewe. biar cewe-cewe aja yang dateng ke elu.

    terakhir, jangan berusaha jadi orang lain. jadi elu sendiri aja. kita punya karakter sendiri. jangan sampe orang laen yang ngedikte elu harusnya gimana. kita yang paling tau apa yang kita mau, kejar apa yang kita mau, jangan yang orang suruh.

    gitu ya. gua harap lu baca dan paling ngga bisa ngejalanin satu atau dua saran yang gua kasih meskipun gua tau, gua ga akan ngedengerin orang lain. but, hey! gua ini kan elu juga! jadi, dengerin apa kata gua, apa kata kita.

    J, 2020

    (30 days writing challenge. Day 23: A letter to someone, anyone)

  • Day 22: Lelah

    Day 22: Lelah

    hari ini seperti hari kemarin, rasanya lelah sekali. sepertinya tubuh, kepala, dan seluruh organ tubuh dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya. padahal tidak juga. saya hanya duduk saja seharian dari kemarin sampai sekarang. mungkin karena hal itu sering sekali saya lakukan ya, saya akhir-akhir ini jadi lebih cepat lelah.

    dan apakah ini hanya saya saja, atau kalian juga merasa kalau dunia ini lama-lama bikin lelah saja? meskipun banyak berita baik, tapi mata saya tidak bisa beranjak dari melihat berita-berita buruk. dasar pesimis.

    oh iya, lupa. saya harus menulis tentang hari ini.

    tapi, hari ini yang dimaksud apa? apakah tepat di hari saya membuat tulisa ini, atau hari ini sebagai kiasan ya? pernah dengar istilah kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan? ya, entahlah kenapa saya perlu mengambil kiasan itu, padahal tidak terlalu penting.

    intinya hari ini saya lelah, dari kemarin lelah, dan mungkin besok juga akan lelah.

    mau temani saya minum-minum?

    (30 days writing challenge. Day 22: Write about today)

  • Day 21: Tentang Cinta

    Day 21: Tentang Cinta

    cinta adalah semangkuk mie rebus dengan irisan cabai rawit dan telur setengah matang, teh lemon hangat, beranda rumah, sehabis hujan, dan obrolan ringan soal rekan kerja yang menyebalkan. cinta adalah celana pendek, kaus kutung, selimut yang mengurung tubuh, pelukan dan riuh napas di belakang tengkuk dan pembicaraan esok hari.

    cinta adalah buku, kopi, musik, dan hening yang ada di antaranya. cinta juga tatapan mata yang berbicara tanpa perlu mengucap sepatah kata. cinta kadang diam, memperhatikan dalam-dalam, dan larut setelahnya.

    cinta adalah debat kecil sinema mana yang akan dikunjungi. cinta adalah sobekan tiket dalam kantung celana yang tersimpan rapi setelahnya. cinta adalah popcorn asin atau karamel, soda atau air mineral dingin, kue gambang atau roti isi. cinta adalah genggaman tangan hangat, pundak dan lengan yang dipinjam, bibir yang basah, dan tendangan kurang ajar dari kursi belakang.

    cinta adalah perjalanan selatan ke pusat, selatan ke timur, selatan ke barat, selatan ke utara, dan selatan ke indomaret untuk membeli kudapan dan minuman ringan. cinta adalah berbagi wangi sabun, menyeragamkan bau rambut dengan sampo dingin anti ketombe, dan bau napas yang sama dengan pasta gigi dengan banyak pemutih.

    cinta adalah sebatang rokok setelah makan malam, sebatang rokok setelah bercinta, dan sebatang rokok setelah sarapan. cinta juga adalah pulang ke rumah masing-masing setelah itu.

    cinta adalah musik yang kita dengar bersama, lirik yang kita kritik bersama, dan melodi yang kita senandungkan bersama. cinta adalah air guitar di tengah-tengah november rain, air drumming di sela-sela black dog, dan gerakan aneh di mana pun bagian thriller.

    cinta adalah rencana pergi bersama, mencari tiket murah, membuat janji dengan kenalan di daerah, dan memaksanya untuk mengajak ke tempat kuliner ternama. cinta adalah apa yang harus, yang boleh, dan yang jangan. cinta adalah kesepakatan.

    cinta adalah memberi jarak, memberi ruang, dan memberi pengertian. cinta adalah melepaskan, merelakan, dan mengikhlaskan. cinta adalah segelas air yang melegakan dahaga. cinta bukan debu yang membuat tenggorokan tercekat. cinta tidak harus keras kepala, cinta tidak memaksa untuk tinggal, cinta mengantar ke pintu gerbang ketika ia ingin pergi.

    cinta itu menunggu, untuk kepergian atau kedatangan. cinta itu tulus, karena cinta sadar bahwa yang sudah lalu seringkali tidak akan kembali menyatu. cinta tidak harus bersama. cinta hanya perlu ada.

    (30 days writing challenge. Day 21: Write about love)

  • Day 20: Siapa Lagi Kalau Bukan Dia

    Day 20: Siapa Lagi Kalau Bukan Dia

    siapa pun kamu yang sudah cukup lama mengenal saya, pasti tahu kalau saya punya obsesi berlebih pada seorang public figure ini. dia yang mukanya selalu saya edit setiap lebaran (cek saja instagram saya kalau perlu validasi), dia yang beberapa kali saya minta untuk dimasukkan ke undangan pernikahan teman sebagai partner saya.

    obsesi ini buta dan tuli sebetulnya, karena saya tidak bisa menemukan celah dari dirinya. semuanya sempurna. bahkan kalau ada yang bilang pada saya kalau dia tidak sempurna, saya tidak akan percaya.

    pintar, berprestasi, aktif bermusik, suaranya tidak jelek-jelek amat, cantik, juga peduli pada pendidikan dan anak-anak. itu adalah beberapa hal yang saya kagumi darinya. saya sudah bilang kan kalau obsesi saya ini buta dan tuli? karena saya tidak peduli apa kata orang soalnya. saya cinta dia.

    saya sebetulnya tidak yang terlalu mencari tahu segala tentangnya, namun ada saja teman-teman yang tahu kalau saya terobsesi dengannya dan tanpa pamrih memberikan banyak update dan hal-hal penting tidak penting yang saya tidak tahu juga apa gunanya buat saya. karena yang saya tahu, saya cinta dia.

    yah, namanya juga selera ya. kalau ditanya soal kriteria fisik perempuan idaman saya, biasanya langsung saya tunjukkan foto maudy ayunda.

    pokoknya saya cinta!!

    (30 days writing challenge. Day 20: Your celebrity crush)