Category: project

  • Menyembuhkan

    Menyembuhkan

    menyembuhkan diri itu butuh waktu.

    menyembuhkan diri itu sulit dan menyebalkan.

    itu bisa saja membawamu jauh ke dasar hidup. Itu bisa saja mulai menghancurkan hidupmu, mungkin saja akan menyakiti teman dan keluargamu, tetapi itu akan jadi sesuatu yang lebih baik.

    yang perlu kamu lakukan adalah mengambil langkah. satu per satu. dan jika kamu sudah cukup kuat, maka kamu akan menemukan alasan baru untuk hidup.

    bersabarlah dengan dirimu sendiri. bukan kamu yang memilih untuk terluka, tetapi kamu selalu bisa memilih untuk menyembuhkannya.

    menyembuhkan diri akan memakan banyak waktu, dan itu wajar. dan aku harap kamu bisa menemukan harapan baru, alasan baru untuk mencintai lagi.

    #30haribercerita #04

  • Sebatang Asa

    Sebatang Asa

    aku membakar lagi sebatang asa untuk ditukar dengan sebuah kenyamanan. kenyamanan yang bahkan aku sendiri tidak yakin akan ada. entahlah, namanya juga hidup. lebih banyak memikirkan pilihan daripada mengambil pilihan itu sendiri.

    puluhan puntung terlihat seperti kekacauan dalam satu tempat sempit. kembali lagi antara memilih untuk membuangnya agar terlihat lebih bersih, atau membiarkannya menghambur sampai mengotori sekitarnya.

    bakar lagi sebuah harapan. hilang lagi sebuah kesempatan.

    hidup akan berulang. pilihan mana yang akan terbuang?

    #30haribercerita #03

  • Percakapan Dalam Senyap

    Percakapan Dalam Senyap

    rindu dan malu bertemu dalam sebuah sore di ujung minggu. dua-duanya kehilangan kosakata. hanya hening yang terasa dalam pertemuan mereka.

    rindu sudah lama ingin sekali bertemu, namun malu seringkali urung untuk dapat berjumpa walau hanya sebentar saja. dua-duanya tidak punya kekuatan untuk saling mengungkapkan maunya.

    malu sudah lama ingin sekali berjumpa, namun rindu seringkali tidak berani untuk menunjukkannya walau hanya sedikit saja. dua-duanya selalu punya alasan jelek dan tidak masuk akal untuk tidak saling berbagi cerita.

    rindu dan malu bertemu dalam sebuah sore di ujung minggu. segelas kopi hitam dan segelas susu panas bertamu di tengah meja, dikelilingi cerita lama, kisah yang dipendam, dan perasaan yang tak dibolehkan muncul di tengah mereka.

    aku, otak, dan hatiku saling bertatapan. bertukar isyarat tentang siapa yang harus lebih dulu mengalah. rindu atau malu? aku melihat otak, ia sedang berpikir keras. aku melirik hati, ia terlihat terlalu cemas.

    dalam sebuah sore di ujung minggu. aku hanya bisa pasrah melihat kelakuan mereka semua.

    #30haribercerita #02

  • Catatan Mimpi

    Catatan Mimpi

    aku percaya kalau mimpi adalah cara alam bawah sadar kita untuk menyampaikan sebuah pesan. masalahnya sudah hampir dua bulan ini aku tidak pernah ingat apa yang ada di mimpi malam sebelumnya. sehingga aku tidak pernah tahu akan pesan yang kemungkinan terkirim.

    ada beberapa teman yang menyarankan untuk mencatat semua kejadian dalam mimpi langsung setelah bangun tidur agar tidak ada yang terlupa.

    namun, ternyata masalah utamanya bukan di mengingat apa isi mimpinya, tapi untuk mengingat kalau aku harus mencatatnya setiap bangun tidur. maka isi catatan mimpiku kebanyakan hanya “lupa”, “ga inget”, “mimpi apa ya tadi?”, dan kalimat-kalimat senada lainnya.

    tapi pencapaian sekecil apapun harus diapresiasi. meskipun rasanya sulit untuk mengapresiasi pencapaian yang sangat kecil.

    nanti coba kuceritakan apa saja isi mimpiku. siapa tahu ada kalian di sana.

    #30haribercerita #01

  • Day 30: Cukup Puas

    Day 30: Cukup Puas

    apa yang saya rasakan selama menulis? banyak.

    dari menulis saya bisa merasakan sedih dan berusaha mencari cara untuk menyampaikannya. saya bisa merasakan bahagia dan berusaha mencari padanan kata untuk disandingkan dengannya. saya bisa merasakan getir, cemas, ragu, harap, dan berusaha semampunya untuk bisa mengungkapkannya dengan jelas.

    dari menulis saya bisa bercerita dengan lebih lugas. belajar untuk terus membaca, mencari kosakata baru, bolak-balik membuka kamus bahasa indonesia-inggris untuk sebisa mungkin tidak menggunakan kata-kata dari bahasa asing. saya memang berusaha cukup keras untuk membuat tulisan dengan bahasa indonesia seutuhnya. tapi masih sulit.

    sebagai perangkai kata, bisa mendapatkan kalimat yang tepat dan jelas untuk menjelaskan apa yang sedang saya rasakan adalah sebuah kepuasan tersendiri. mendapatkan metafora yang bisa digunakan dalam satu paragraf juga jadi kebanggaan tersendiri. saya masih belajar. saya masih berusaha.

    meskipun proyek menulis selama tiga puluh hari tanpa jeda ini tidak sempurna karena saya masih sering bolos menulis dan merilisnya di satu waktu. tapi berhasil menyelesaikan tantangan ini cukup memantik kembali semangat menulis di blog ini.

    apa yang saya rasakan selama menulis, semoga bisa tersampaikan ke para pembaca sekalian. terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengikuti proyek ini. sehat selalu, tetaplah kunjungi blog ini :p

    (30 days writing challenge. Day 30: Write about what do you feel when you write)