Category: project

  • Ingatan Konser Penuh Tangis

    Ingatan Konser Penuh Tangis

    jakarta, 5 agustus 2019.

    suara instrumen perlahan bersahutan mulai mengisi satu ruangan besar di studio palem, kemang utara.

    “two wet silhouettes splayed on the bed sheet” kalimat pertama yang keluar dari mulut mike kinsella, vokalis american football tanpa basa-basi menyambut ribuan jamaah midwest emo yang berkumpul dengan khidmat di kamis malam.

    hari itu cuaca cerah, dan di sepanjang konser aku melihat raut muka bahagia para penggemar yang sebelumnya hanya bisa mendengar alunan melodius dari band midwest/mathrock/postrock itu menemani hari-hari patah hati mereka, kini bisa disaksikan langsung dengan mata dan telinga mereka sendiri.

    “forever has to wait. i can’t face another day. all the flowers you brought me one by one fell asleep without me”. lirik pembuka dari lagu kedua yang dibawakan malam itu. masih dengan suasana sedu sedan yang sama, beberapa orang berpelukan, sisanya hanya menggoyangkan kepala dan badan mengikuti irama. sambil terpejam mengingat entah siapa yang mengisi ingatan mereka.

    lagu demi lagu, tidak ada dialog berarti yang datang dari arah panggung. seakan mereka tahu yang paling dibutuhkan penonton adalah pesan-pesan pengingat patah hati, mengorek masa lalu dan membawa angan-angan jauh ke dalam sudut kenangan paling dalam.

    hingga lagu terakhir dibawakan.

    .

    .

    .

    pukulan drum yang ikonik dimulai. ketukan 1-2, 1-2-3-4 mengantarkan penonton pada petikan gitar paling menyayat sepanjang sejarah. alunan bass mengikuti dengan selaras, hingga pada saatnya tiba, “let’s just forget everything said, and everything we did. best friend and beter halves. goodbyes”

    tidak ada satupun orang dalam kerumunan malam itu yang tidak berteriak bersama-sama dengan suara parau menahan tangis dan haru mereka.

    sampai akhirnya kalimat pamungkas dikumandangkan “so let’s just pretend everything and anything between you and me. was never meant.”

    air mataku mengalir perlahan di penghujung malam itu.

    #30haribercerita #19

  • Kosong

    Kosong

    september, 2017.

    sebuah keputusan yang bijak waktu itu. dalam sadar, seorang diri, aku memutuskan untuk pergi mengikuti sebuah festival bernama rrrec fest. festival garapan ruangrupa yang dilaksanakan di sebuah lahan kemping di situ gunung, sukabumi.

    selama 3 hari ikut menginap di rumah warga, mencoba berbaur dengan orang-orang yang belum kukenal sebelumnya. dengan suguhan acara seni yang beraneka ragam. mulai dari musik, kerajinan tangan, dongeng, senam, diskusi, dan lain-lain.

    lucunya, saat aku pulang, aku masih merasa kosong. aku masih merasa bahwa apa yang aku lakukan selama 3 hari penuh di sana tidak mengisi apapun dalam diriku. ingatan tentang pengalaman yang kudapatkan pun menguap begitu saja.

    seolah-olah aku hanya pergi tanpa membawa isi kepalaku dan pulang dengan isi kepala yang langsung aku buang.

    hidup memang aneh. atau hanya aku saja yang aneh? entahlah.

    #30haribercerita #18

  • Liar

    Liar

    menunggu matahari terbenam di halaman belakang rumah ditemani segelas minuman dingin, musik yang tenang, dan cuaca yang cukup nyaman untuk dinikmati sambil menunggu dunia perlahan hancur dan hidup ini berakhir.

    itu salah satu impianku dalam menyambut hari akhir.

    tapi aku tahu kejadiannya tidak akan seperti itu. antara aku sudah mati saat kiamat terjadi, atau hal paling mungkin adalah terjadinya kiamat tidak setenang dan seindah yang aku kira. orang-orang ribut, semua kacau, banyak teriakan dan lengkingan orang-orang yang tidak siap.

    sampai itu terjadi, aku tetap membayangkan kiamat yang tenang dan menyenangkan.

    #30haribercerita #17

  • Cerita Sendiri

    Cerita Sendiri

    ada satu hal yang selalu aku cari, dan dengan khidmat aku menikmatinya. mari bercerita tentang kesendirian.

    bagi mereka yang menganggap aku adalah seorang pribadi yang menyenangkan dan hangat. itu hanya sebagian kecil dari apa yang aku tampilkan di depan umum. tapi tidak dengan sebagian dari apa yang aku rasa.

    kegiatan yang paling aku suka adalah berkendara sendirian, pergi ke tempat yang sudah lama tidak aku lewati, mengisi kembali ingatan dengan hal-hal menyenangkan yang pernah kualami. pergi berdiam di satu tempat untuk waktu yang tidak terlalu lama, kemudian berpindah lagi. tanpa rencana, tanpa tujuan.

    aku adalah seorang penyendiri. aku senang sekali hidup dengan kepalaku sendiri. aku cukup nyaman melakukan banyak hal tanpa ada orang lain yang tahu. aku mudah sekali hilang dalam kesendirian. sibuk dengan apa yang aku ingin kerjakan atau bahkan tidak aku kerjakan.

    kamu bisa saja menemukan aku yang riang, penuh semangat, bisa bercerita banyak hal. tapi itu biasanya harus dibayar mahal. siapa yang membayarnya? tentu aku sendiri. aku punya sedikit masalah dengan keterikatan. aku selalu takut membuat orang lain terlalu nyaman denganku, karena nanti ketika waktunya tiba, aku akan selalu pergi. dan aku akan membuat orang itu jadi tidak lagi nyaman bersamaku.

    ah, tapi mungkin saja itu hanya ada di kepalaku.

    #30haribercerita #16

  • Belajar Memahami Kata

    Belajar Memahami Kata

    jatuh cinta pertamaku adalah dengan kata-kata. mungkin aku tidak ingat betul, tapi seharusnya dari mulai ada dalam perut ibu, aku yakin aku selalu diajak bicara oleh beliau. dinyanyikan kidung-kidung merdu penuh pesan baik. diberi petuah agar tidak menjadi pribadi yang buruk. semua mulai dilakukan saat aku masih belum punya kesadaran utuh.

    setelah lahir, semua orang mengajakku bicara padahal aku belum mengerti apa yang mereka bicarakan. dibalas dengan senyum atau tertawa atau bahkan menangis saja mungkin mereka sudah senang. kata-kata. belum punya arti bagiku, tapi sudah menjadi bagian hidupku.

    saat sekolah, aku termasuk anak yang pandai membaca (menurut orangtuaku). aku sudah paham meminta mainan sama saja dengan mengundang penolakan absolut. tapi jika minta dibelikan buku bacaan, mereka sudah pasti otomatis mengabulkan.

    aku punya romantisme sendiri dengan toko buku. tempat di mana aku bisa berlama-lama di sana tanpa merasa bosan. rekorku adalah ada di toko buku selama 6 jam hanya untuk menghabiskan banyak buku yang terbuka di sana. rasanya ketika sudah membaca, duniaku berpindah. menyelami setiap baris penjelasan di dalamnya adalah sebuah kepuasan tersendiri untukku. aku bahkan punya satu skenario sendiri tentang bagaimana nanti aku akan bertemu pasanganku. yang pasti lokasinya adalah di toko buku.

    namun, internet dan sosial media mengubah segalanya. aku tak lagi merasa punya banyak waktu untuk dihabiskan dengan membaca buku. banyak sekali buku yang kubeli hanya untuk berakhir di rak saja setelah kubuka dan kutandai dengan tanggal kapan kubeli buku itu dan kuparaf untuk membuktikan bahwa buku itu milikku.

    aku rindu menjelajah baris kata, membuka lembaran perlahan, menyiapkan ekspektasi untuk bab berikut, dan mengisi otakku dengan ilmu baru.

    ah, aku harus mulai sibuk membaca lagi.

    #30haribercerita #15