08/365

sore dan sejumput rindu dari perasaan yang bahkan belum disemai. dan dari perbincangan yang bahkan belum dimulai. ia bahkan belum tahu aku ada. tapi di kepalaku sudah berputar puluhan episode bersamanya. ini gila. terlalu cepat kubilang. tapi apa boleh bikin? siapa yang mengatur perasaan ini jatuh di mana? pada siapa? atau kapan? yang kupikirkan sekarang adalah bagaimana menjaga jarak, antara khayal dan realita.   (08/365) … Continue reading 08/365

07/365

aku mencoba berbicara dengan bulan. pelan. berharap sedikit saja ia membalasnya. atau setidaknya menganggap aku ada.   karena kulihat langit ramai. bintang mengerjap satu-persatu. menyuguhkan satu-dua kebolehannya. Salah satu darinya jatuh. kupikir sengaja, untuk mencari perhatiannya.   aku sedikit cemburu. aku mudah sekali cemburu. bahkan untuk hal yang sesungguhnya tidak perlu.   sesekali aku mencoba untuk mengetuk. tapi hanya untuk kemudian merutuk. padahal susah payah … Continue reading 07/365

06/365

29 hal yang tidak perlu kamu ketahui tapi tetap aku beri tahu. 1. seharusnya aku lahir bulan september, tapi ibu pernah cerita kalau aku terlalu betah ada di dalam kandungan. sehingga aku lahir pada tanggal 6 januari. 2. ya, aku 12 bulan di dalam kandungan ibu. 3. mengenyam pendidikan setahun lebih dulu dari anak-anak seumuran tidak membuat kapasitas otakku lebih baik dari yang lain. 4. … Continue reading 06/365

05/365

tuhan hobi bercanda. jatuh pertama di 2018 tepat di pergantian umur saya. funny, huh? teman-teman yang kenal saya setahun dua tahun belakangan mungkin sudah maklum. temannya ini hobi sekali jatuh dari motor. tapi ini ga bisa dijadikan kebanggaan sih. nyerodot aspal. prestasi macam apa itu?! tapi kejadian semalam itu ngasih banyak pelajaran. pelajaran soal solidaritas dari orang asing. maksudnya bukan orang asing yang palanya gede, … Continue reading 05/365

04/365

Dan sedikit lagi. Hanya butuh sedikit lagi untuk setidaknya menambahkan keyakinan. Paling tidak sudah hilang penasaran.   Soal itu masih bisa nanti. Apa boleh buat. Memangnya sejauh mana kepastian itu bisa dilihat? Sampai mana bisa diukur?   Kadang yang diperlukan hanya keberanian. Berani untuk mencoba. Berani untuk lebih jauh melangkah.   Dan berani untuk melapangkan dada.   (04/365)   Continue reading 04/365