(sepertinya)

kenapa harus berhenti berusaha? (sepertinya) bukan berhenti berusaha. tapi aku pikir untuk apa lagi? karena tanpa aku pun dia (sepertinya) sudah bahagia. karena semua yang aku lakukan (sepertinya) sia-sia. perjuanganku (sepertinya) tidak pernah dianggap ada. pengorbananku pun (sepertinya) hanya dianggap sebelah mata. kalau masih aku lanjutkan (sepertinya) hanya akan dipenuhi lara. karena setiap hal (sepertinya) ada batasnya. dan aku (sepertinya) harus tahu batasan untuk berhenti. … Continue reading (sepertinya)

Siap-siap Dulu

akhir pekan ini aku cuma mau tidur-tiduran sambil memandangi kumpulan foto mbaknya yang aku simpan rapi di folder khusus di ponsel pintarku. harus aku sempat-sempatkan, karena hanya ini yang aku bisa. oh, aku juga punya jadwal kegiatan lain. baca-baca arsip pesan singkat dari mbaknya. kalau ini tidak perlu lama-lama. soalnya mbaknya memang jarang membalas pesanku. sudah jam satu, aku siap-siap dulu. (349/365) Continue reading Siap-siap Dulu