Tag: story

  • Liar

    Liar

    menunggu matahari terbenam di halaman belakang rumah ditemani segelas minuman dingin, musik yang tenang, dan cuaca yang cukup nyaman untuk dinikmati sambil menunggu dunia perlahan hancur dan hidup ini berakhir.

    itu salah satu impianku dalam menyambut hari akhir.

    tapi aku tahu kejadiannya tidak akan seperti itu. antara aku sudah mati saat kiamat terjadi, atau hal paling mungkin adalah terjadinya kiamat tidak setenang dan seindah yang aku kira. orang-orang ribut, semua kacau, banyak teriakan dan lengkingan orang-orang yang tidak siap.

    sampai itu terjadi, aku tetap membayangkan kiamat yang tenang dan menyenangkan.

    #30haribercerita #17

  • Cerita Sendiri

    Cerita Sendiri

    ada satu hal yang selalu aku cari, dan dengan khidmat aku menikmatinya. mari bercerita tentang kesendirian.

    bagi mereka yang menganggap aku adalah seorang pribadi yang menyenangkan dan hangat. itu hanya sebagian kecil dari apa yang aku tampilkan di depan umum. tapi tidak dengan sebagian dari apa yang aku rasa.

    kegiatan yang paling aku suka adalah berkendara sendirian, pergi ke tempat yang sudah lama tidak aku lewati, mengisi kembali ingatan dengan hal-hal menyenangkan yang pernah kualami. pergi berdiam di satu tempat untuk waktu yang tidak terlalu lama, kemudian berpindah lagi. tanpa rencana, tanpa tujuan.

    aku adalah seorang penyendiri. aku senang sekali hidup dengan kepalaku sendiri. aku cukup nyaman melakukan banyak hal tanpa ada orang lain yang tahu. aku mudah sekali hilang dalam kesendirian. sibuk dengan apa yang aku ingin kerjakan atau bahkan tidak aku kerjakan.

    kamu bisa saja menemukan aku yang riang, penuh semangat, bisa bercerita banyak hal. tapi itu biasanya harus dibayar mahal. siapa yang membayarnya? tentu aku sendiri. aku punya sedikit masalah dengan keterikatan. aku selalu takut membuat orang lain terlalu nyaman denganku, karena nanti ketika waktunya tiba, aku akan selalu pergi. dan aku akan membuat orang itu jadi tidak lagi nyaman bersamaku.

    ah, tapi mungkin saja itu hanya ada di kepalaku.

    #30haribercerita #16

  • Belajar Memahami Kata

    Belajar Memahami Kata

    jatuh cinta pertamaku adalah dengan kata-kata. mungkin aku tidak ingat betul, tapi seharusnya dari mulai ada dalam perut ibu, aku yakin aku selalu diajak bicara oleh beliau. dinyanyikan kidung-kidung merdu penuh pesan baik. diberi petuah agar tidak menjadi pribadi yang buruk. semua mulai dilakukan saat aku masih belum punya kesadaran utuh.

    setelah lahir, semua orang mengajakku bicara padahal aku belum mengerti apa yang mereka bicarakan. dibalas dengan senyum atau tertawa atau bahkan menangis saja mungkin mereka sudah senang. kata-kata. belum punya arti bagiku, tapi sudah menjadi bagian hidupku.

    saat sekolah, aku termasuk anak yang pandai membaca (menurut orangtuaku). aku sudah paham meminta mainan sama saja dengan mengundang penolakan absolut. tapi jika minta dibelikan buku bacaan, mereka sudah pasti otomatis mengabulkan.

    aku punya romantisme sendiri dengan toko buku. tempat di mana aku bisa berlama-lama di sana tanpa merasa bosan. rekorku adalah ada di toko buku selama 6 jam hanya untuk menghabiskan banyak buku yang terbuka di sana. rasanya ketika sudah membaca, duniaku berpindah. menyelami setiap baris penjelasan di dalamnya adalah sebuah kepuasan tersendiri untukku. aku bahkan punya satu skenario sendiri tentang bagaimana nanti aku akan bertemu pasanganku. yang pasti lokasinya adalah di toko buku.

    namun, internet dan sosial media mengubah segalanya. aku tak lagi merasa punya banyak waktu untuk dihabiskan dengan membaca buku. banyak sekali buku yang kubeli hanya untuk berakhir di rak saja setelah kubuka dan kutandai dengan tanggal kapan kubeli buku itu dan kuparaf untuk membuktikan bahwa buku itu milikku.

    aku rindu menjelajah baris kata, membuka lembaran perlahan, menyiapkan ekspektasi untuk bab berikut, dan mengisi otakku dengan ilmu baru.

    ah, aku harus mulai sibuk membaca lagi.

    #30haribercerita #15

  • Mengisi Lemari Dapur

    Mengisi Lemari Dapur

    satu kegiatan yang paling aku suka selain beberes rumah adalah berbelanja bulanan mengisi lemari dapur.

    entahlah, rasanya memiliki tanggung jawab sebagai pemilik rumah dan memastikan keluargaku tidak kekurangan apapun adalah salah satu bentuk tugasku sebagai orang dewasa. merepotkan memang, tapi siapa kira hidup dewasa serumit ini.

    dulu aku pikir ketika sudah punya kartu tanda penduduk sendiri, sudah dilihat sebagai orang dewasa, hidup akan lebih menyenangkan karena semua hal ada di tanganku sendiri. ya, memang. rata-rata semua keputusan dalam hidup ini kuambil sendiri. tapi siapa kira tanggung jawab yang mengikutinya kian besar dan melebar.

    mana terpikir kalau akan melalui yang namanya quarter life crisis, masa di mana setiap individu akan merasa kalau beban hidupnya adalah yang paling besar di alam semesta ini. masa di mana tekanan lingkungan mulai terasa kian kuat. masa di mana ambisi dan semanga akan semakin berkobar, atau bahkan lamat-lamat meredup.

    bagaimana denganku? bagaimana krisis seperempat hidupku? ah, aku pikir tidak bijak untuk membanding-bandingkan masalah satu dengan lainnya. setiap orang punya masalahnya sendiri, semua orang punya ambisinya sendiri, dan semua orang punya kapasitasnya sendiri.

    hiduplah. tetap hidup. tetap berusaha mencukupi diri. buat dirimu senang. jangan pedulikan kata orang.

    #30haribercerita #14

  • Rambut Ini Mengkhawatirkan

    Rambut Ini Mengkhawatirkan

    beberapa kekhawatiran lelaki adalah menipisnya rambut dan membuncitnya perut. aku sudah mulai mengalami keduanya. sebetulnya kalau soal menipisnya rambut, pembenaranku adalah karena keturunan. dari bapakku yang saat kulihat rambutnya mulai menipis, aku sontak berkata dalam hati, aku harus bersiap-siap.

    atau setidaknya saat aku melihat foto masa kecilku, rambutku memang tidak pernah lebat. jadi sebetulnya aku tidak perlu terlalu khawatir, sih.

    mari kita lewatkan pembahasan mengenai buncitnya perut karena sepertinya itu tidak perlu. toh sebagai seorang pemalas kelas berat, sudah sewajarnya apabila pergerakan lemak di daerah situ tidak ada perkembangan yang berarti. terus menumpuk tanpa ampun.

    kembali berbicara soal rambut, aku sadar kalau rambutku tidak bisa dibilang sebagai mahkota seperti layaknya perempuan mengidentifikasikan rambutnya. maka dari itu beberapa tahun belakangan aku sering sekali bereksperimen dengan rambut, karena aku tahu suatu saat nanti aku tidak akan peduli lagi dengan itu.

    rambutku pernah panjang melewati bahu. tapi seringkali pendek. sepanjang ingatan dari kumpulan foto simpanan google photos, rambutku pernah berwarna kuning, coklat (karena gagal bleaching), merah, biru, hijau, pink, dan ungu.

    pernah mohawk, sempat gimbal, belum coba cornrow, dan belum pernah pakai wig.

    aku masih iri melihat teman-teman laki-laki yang masih memelihara rambut panjangnya. bersyukurlah kalian. jaga terus jangan sampai abrasi sepertiku.

    #30haribercerita #13