Tag: story

  • Hari Raya

    Hari Raya

    ah, hari raya. hari di mana semua berkumpul bersama keluarganya. hari perayaan kemenangan. hari istimewa. hari penting. katanya.

    aku sendiri tidak pernah punya romantisasi apapun terhadap sebuah perayaan. apapun itu. aku selalu merasa sebuah hari harus dihadapi selayaknya hari biasa saja. karena akan selalu ada kejadian di dalam hari tersebut. yang membuatnya menjadi istimewa adalah setelah hari itu dilalui. sebelumnya, tidak ada yang perlu dirayakan.

    ini lebaran pertama yang aku lalui tanpa kehadiran orangtua. bagaimana rasanya? sepi. tapi sebelum-sebelumnya juga tidak pernah ramai. jadi aku tidak merasa ada yang berbeda.

    tapi sedih. tentu saja.

    tidak apa-apa.

    #30haribercerita #12

  • Tentang Kesehatan

    Tentang Kesehatan

    aku punya masalah kesehatan. tidak terlalu berat tapi cukup merepotkan.

    paru-paruku sudah tidak berfungsi sempurna selayaknya manusia pada umumnya. aku tidak bangga karena hal ini. siapa juga yang mau selalu kewalahan saat bernapas dan sering hampir mati karena tidak mampu menguasai oksigen yang keluar-masuk tubuh?

    diagnosa ini hadir kurang lebih lima atau enam tahun lalu. awalnya aku menganggap masalah ini sebagai masalah kecil, namun ada masa di mana keadaan semakin memburuk dan kian mengganggu aktivitas. setelah mengunjungi klinik dan menjalani berbagai tes, maka aku perlu menjalani berbulan-bulan terapi dan konsumsi obat-obatan yang tidak boleh putus barang sehari pun.

    tapi itu hanya bertahan beberapa bulan saja. dari sembilan bulan target terapi, aku hanya rutin mengikuti selama tiga bulan pertama saja. awalnya aku muak dengan harus selalu mengonsumsi obat-obatan dan harus selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang. lama-kelamaan aku berpikir apabila memang harus berakhir, maka berakhirlah.

    maka aku putuskan untuk tidak menjalani terapi apapun itu dan berhenti mengonsumsi obat-obatan yang cukup keras itu.

    hasilnya? tentu saja aku masih mempunyai paru-paru yang rusak sampai saat ini. banyak hal yang tidak bisa aku lakukan seperti berolahraga terlalu keras, melakukan aktivitas fisik yang terlalu menguras napas. bahkan untuk naik ke lantai tidak kamar kosku saja aku kewalahan.

    tapi, aku tetap bersandar pada keyakinanku bahwa apa yang akan terjadi nanti, terjadilah.

    selayaknya semesta yang berjalan sebagaimana mestinya, kupikir hidupku juga harus begitu.

    #30haribercerita #11

  • (un)organized

    (un)organized

    saat sedang bekerja, mejaku tidak pernah dalam kondisi rapi. mungkin pernah sesekali, tapi itu tidak bertahan lama. biasanya aku rapikan sebelum pulang atau setelah pekerjaan berakhir. karena aku mau saat mulai bekerja besoknya, kondisinya lebih menyenangkan.

    aku tidak akan banyak bercerita soal meja kerjaku, karena apa yang menarik justru ada di luar itu.

    aku bersyukur dalam setiap lingkungan pekerjaan, aku selalu menemui pribadi-pribadi menarik dan menyenangkan. mereka yang menjaga kondisi bekerja tetap baik-baik saja. tidak semua orang akan sepakat denganmu, begitu pula dengan orang-orang yang kutemui. tidak semua punya frekuensi yang sama denganku.

    bagaimana caraku mengatasi ketimpangan frekuensi itu? tentu saja dengan komunikasi. ngobrol itu perlu, saling bicara untuk tahu satu sama lain itu penting. tapi sialnya, untuk saat ini aku sedang egois, kalau kita tidak punya frekuensi yang sama, lebih baik kita tidak saling bicara.

    #30haribercerita #10

  • Menua

    Menua

    akhir-akhir ini lututku sering sakit sehabis bersila terlalu lama. kalau sedang kumat aku selalu merasa hidupku sudah terlalu lama. padahal umurku baru saja memasuki kepala tiga. dekade paling canggung dalam kehidupan. dibilang muda sudah tidak, dibilang tua juga belum terlalu.

    tapi aneh saja kalau aku merasa sudah tua hanya karena kendala fisik belaka. meskipun perut mulai membuncit, rambut sudah mulai menipis, setiap kena angin malam kentut tidak bisa dikontrol, makan terlalu banyak sudah sulit bergerak, mengikat tali sepatu sudah kepayahan, naik tangga tiga lantai napas sudah mulai menipis, kantuk lebih sering hinggap, dan ingatan sudah mulai kabur. aneh saja kalau aku merasa tua.

    kenapa juga aku khawatir menjadi tua sedangkan mati muda adalah impianku?

    aneh sekali.

    #30haribercerita #09

  • Malam Singkat

    Malam Singkat

    gelas kaca berisi kopi susu dan krimer, sendok kecilnya masih terjaga untuk mengaduk sisa es batu yang mencair dan mulai merusak rasa kopinya. asbak kaleng dengan belasan puntung dari yang hanya terbakar setengah, hingga terbakar sampai ke ujung busanya. korek gas yang berasal dari warung terdekat selalu tersedia, walaupun hanya mengeluarkan api seadanya. tapi cukup. dua bungkus rokok dengan merk berbeda yang diisap bergantian agar tidak menimbulkan efek bosan.

    ponsel tergeletak di sisi kiri, masih tersambung dengan kabel yang berfungsi untuk mengisi daya yang sudah tidak seberapa. pun begitu dengan komputer jinjing yang masih setia untuk dieksploitasi secara berlebihan.

    aku memulai batang kedua semenjak aku mengetik tulisan ini. aroma obat nyamuk bakar semakin menyeruak di ruang kecil di tengah rumah bercampur dengan hangus puntung dan asap tembakau. di luar sana hujan sudah mulai berhenti, tapi hawa dinginnya belum mau pergi.

    mimpi terakhirku cukup mengganggu. kesal karena aku bermimpi indah namun tidak sanggup untuk mengingat dengan rinci apa isinya. semakin berusaha, semakin hilang saja bayangannya. mungkin aku harus lebih banyak tidur untuk lebih bahagia.

    baiklah. aku mulai saja sekarang.

    #30haribercerita #08