Category: #writober

  • Day 15: Sembunyi, Sendiri

    Day 15: Sembunyi, Sendiri

    perkara melarikan diri adalah perkara bagaimana caramu bersembunyi, menghindar, dan menjauhkan hal-hal yang menurutmu buruk. perkara melarikan diri, saya rasa saya cukup cekatan soal itu.

    ketika merasa tidak nyaman, atau merasa ada yang salah tentang suatu hal. biasanya saya akan pergi menyendiri, mengisolasi, mengalienasi diri sendiri. bukan untuk menghindar, tapi lebih untuk menenangkan diri.

    ada beberapa kegiatan yang selalu saya lakukan untuk itu. pertama, berkendara sendirian di malam hari, menyusuri jalan dengan sepeda motor dan musik di telinga. usaha paling ringan untuk meredakan debar di dada atau riuh di kepala.

    atau hanya berdiam diri memandang langit sore sambil merokok dan minum segelas kopi. dengan musik bagus lebih baik, tapi tidak ada pun tidak jadi masalah. karena yang penting adalah saya bisa melarikan diri dari penat walaupun hanya sejenak.

    tapi kalau harus menyebutkan sebuah tempat, maka pilihan saya akan jatuh pada bukit, gunung, atau dataran tinggi yang sejuk. menghirup udara segar akan membantu saya meringankan apa yang sekiranya sedang membelit pikiran saat itu.

    saya pintar menyendiri, saya suka tempat sepi. saya enggan berada di tempat ramai terlalu lama, dan saya tidak terlalu suka keramaian.

    dan satu hal yang paling mudah untuk saya lari, bersembunyi, dan menghilang sebentar adalah; tidur. saya bisa tidur di mana saja dan dalam keadaan apa saja. tanya saja ke beberapa teman, mereka akan dengan senang hati memberi testimoni betapa mudahnya saya tertidur.

    jadi, mari sembunyi, sendiri!

    (30 days writing challenge. Day 15: If you could run away, where would you go?)

  • Day 14: Bebas Tapi Sopan

    Day 14: Bebas Tapi Sopan

    kaus (usahakan berwarna hitam), celana boxer dengan motif yang ajaib, celana denim (usahakan berwarna gelap), sepatu kets (usahakan berwarna hitam) dengan kaus kaki warna-warni (untuk menetralisir kegelapan yang sudah ada). selipkan bandana merah di saku kiri belakang celana, dompet dengan rantai di kantung kanan. jam di tangan kiri, cincin di jari tengah tangan kiri. lilitkan bandana hitam di pergelangan tangan kanan. kenakan kalung dengan bandul berbentuk peluru, dan topi hitam (opsional).

    itulah yang biasa saya kenakan sehari-hari. selain itu kondisinya tidak banyak berubah, sesekali memakai jaket atau kemeja flanel sebagai luaran. celana kargo pendek (atau panjang, sesuai kebutuhan), atau sepatu boots kulit.

    kira-kira seperti itulah gaya berpakaian saya. cukup sederhana bukan? ya, menurut saya sih sederhana ya. yang bikin ribet mungkin bagian aksesorisnya ya.

    kalau mau dimirip-miripin, secara sadar tidak sadar role model berpakaian saya adalah arian13. tapi entah kenapa lebih banyak yang bilang seperti gofar hilman atau soleh solihun. mungkin karena postur tubuh ya, ehehe.

    ini tulisan paling singkat sepertinya sejauh ini, ya sudah lah.

    (30 days writing challenge. Day 14: Describe your style)

  • Day 13: Mari Membaca

    Day 13: Mari Membaca

    saya mulai jatuh cinta pada aksara saat sekolah dasar. saat sudah mulai lancar membaca dan sering membaca apapun yang terlihat mata. dalam perjalanan, membaca nama jalan yang ada di plang toko, spanduk dan billboard, apa pun.

    video game hanya boleh dibeli saat saya ulang tahun. tapi kalau bahan bacaan, setiap saya minta akan selalu dibelikan. bobo, fantasi, hai, trax, itu adalah bacaan yang mengiringi saya bertumbuh. kakak-kakak saya pun cukup senang membaca, maka bacaan mereka pun adalah bacaan saya. novel teenlit, buku sejarah, dan komik silat.

    selepas kuliah, minat literasi saya semakin berkembang. saya mulai mencari banyak jenis tulisan, mulai dari jurnal lepas, sastra indonesia, cerita detektif, sejarah politik, dan tulisan lain yang belum pernah saya tahu sebelumnya.

    celakanya, saya bukan orang yang apik dalam menyimpan barang. banyak buku yang sempat saya beli namun entah ke mana sekarang. buku yang sampai sekarang masih saya cari adalah buku tebal berisi sejarah wali songo, dan komik silat cina tentang cerita perguruan silat yang bertikai dengan latar belakang dunia di era distopia. kata kuncinya adalah “gembira barat”. siapapun yang tahu, tolong kabari saya.

    oh, iya. kembali ke pertanyaan soal buku favorit di tulisan ini. bacalah “corat-coret di toilet” dan “manusia harimau” dari eka kurniawan, “supernova” dari dewi lestari, “1984” dari george orwell, dan yang terakhir cobalah baca “zeus grants stupid wishes: a no-bullshit guide to world mythology” dari cory o’brien.

    kamu, punya referensi buku yang bisa saya baca?

    (30 days writing challenge. Day 13: Favorite book)

  • Day 12: TV 90-an

    Day 12: TV 90-an

    di era internet masif sekarang ini, binge-watching series sudah amat sangat jadi hal yang lumrah. semua tayangan on-demand, seleramu adalah seleramu sendiri. tapi saya adalah produk televisi nasional. di mana selera saya sama dengan selera semua orang yang menonton acara saat itu. selera kami seragam, mungkin itu yang membuat generasi kami lebih kompak. sorry, gen-z.

    kamu harus tahu rasanya menanti sinetron si doel anak sekolahan diputar setiap minggunya dan akan sangat menyesal jika terlewat. kamu juga harus tahu bagaimana rasanya berbagi cerita tentang sinetron gerhana dan celotehan peggy melati sukma yang memorable pada masanya; “pusiiiing”. sinetron tuyul dan mbak yul the original dengan ony syahrial sebagai ucil dan bambang triyono sebagai kentung, sebelum digantikan oleh kentang.

    juga sinetron jin dan jun, jinny oh jinny, anak ajaib, wiro sableng, tersanjung, keluarga cemara. siapa masih hafal lagu pembuka sinetron-sinetron yang saya sebutkan tadi? tos dulu, berarti kita seangkatan.

    oh, tentu saja hari minggu adalah hari yang tidak boleh dilewatkan untuk bangun pagi. karena sejak jam 8 pagi, rentetan kartun sudah siap untuk dinikmati. jam 9, jangan ada yang ganggu saya karena itu adalah saatnya saya khusyuk menyimak dragon ball z di indosiar.

    kalau mau bahas tv series yang baru-baru, jujur saja saya tidak terlalu mengikuti karena saya tidak suka menghabiskan waktu berlama-lama menonton serial. lebih baik nonton film lepas yang sekali tonton ceritanya selesai. karena ingatan saya jelek, kalau nonton series, di episode ke-5 juga saya sudah lupa jalan ceritanya, ehehehe.

    tapi kalau disuruh menyebutkan tv series terfavorit, mungkin pilihan saya akan jatuh pada; brooklyn nine-nine, the walking dead, ozark, dan ini mungkin yang terbaik menurut saya; mindhunter!

    (30 days writing challenge. Day 12: Favorite tv series)

  • Day 11: Tidak Punya Adik

    Day 11: Tidak Punya Adik

    bicara soal saudara kandung, saya adalah anak terakhir dari 3 bersaudara, satu bapak, satu ibu. kakak saya yang pertama seorang laki-laki, yang kedua perempuan. komposisi yang menurut orang dulu ideal. entah siapa yang pertama kali mengemukakan pendapat kalau anak sulung seharusnya laki-laki. padahal perkara kedewasaan tidak berpengaruh dari jenis kelamin. aneh sekali.

    kakak laki-laki

    kalau saja beliau masih hidup, sekarang usianya sudah menginjak kepala 4. namun beliau mangkat di usia 20-an.

    senang membaca, bermain video game, dan sangat cinta pada sepak bola. dari beliau saya punya bacaan yang belum seharusnya saya konsumsi, mengenai politik, hukum, dan sejarah. beliau terakhir berkuliah di sebuah universitas negeri di bandung jurusan hukum. tingkat intelegensinya memang lebih baik dari saya dan kakak perempuan saya. satu-satunya di keluarga yang mengenyam pendidikan strata 1 lewat jalur UMPTN, meskipun tidak pernah selesai.

    dari beliau saya kenal konsol nintendo, sega, sampai playstation. ada satu kenangan buruk yang saya ingat dari kesenangan beliau bermain video game. saat itu kira-kira seminggu sebelum beliau jatuh sakit. sedang asyik-asyiknya bermain winning eleven di playstation, saya dengan bodohnya mematikan tombol powernya lalu lari ke luar rumah. beliau berteriak dan setelahnya tidak berbicara pada saya sampai saat beliau mengembuskan napas terakhirnya, saya belum sempat meminta maaf. maaf ya, mas.

    beliau juga cinta dengan sepak bola, saya tidak. di kampusnya beliau punya satu klub sepak bola bernama brother in law. apa posisi kakak saya? beliau adalah manajernya. semua dikarenakan beliau punya kekurangan fisik di kakinya setelah di sekolah dasar sempat tertabrak truk sehingga tidak bisa melakukan kegiatan olahraga dengan sempurna. karena beliau cinta sepak bola namun tidak bisa bermain, maka beliau mengurus semua keperluan klub bola kampusnya. sunggunh sebuah dedikasi.

    kakak perempuan

    31 tahun saya hidup, dia selalu ada di dekat saya. mungkin era terjauhnya adalah saat dia kuliah di jogja dan bekerja di bandung. tapi selebihnya kami selalu bersama dalam satu atap.

    kakak saya yang satu ini emosional, dalam arti meledak-ledak, ceplas-ceplos, mudah terpantik, dan keras kepala. wah, kok sepertinya buruk sekali, apa tidak ada sifat bagusnya? tentu saja ada. dia mudah bergaul, temannya banyak, dan sangat perhatian.

    kami berdua adalah teman kondangan, karena saya single, dia pun masih single. jadi kalau ada kondangan teman dia, saya suka diajak. begitu juga kalau saya ada kondangan teman, dia saya ajak. wedding crasher, catering hunter.

    ada banyak cerita menyebalkan antara saya dan dia. tapi tidak perlu lah saya ceritakan di sini. offline saja kalau mau berghibah. sini, sambil ngopi atau ngebir, kita ngobrolin keluarga masing-masing.

    (30 days writing challenge. Day 11: Talk about your siblings)