untuk ke sekian kalinya, sampai tak bisa dihitung, aku kembali sulit tidur.
sepertinya aku tahu kenapa, tapi entah rasanya alasan-alasan yang ada di kepala tidak terlalu kuat untuk membuat mata ini terpejam dan beranjak pergi ke alam mimpi.
aku tidak ingat kapan terakhir kali aku bermimpi. sebenarnya bukan karena aku jarang bermimpi. hanya saja aku sulit mengingat mimpi-mimpiku. kadang yang teringat adalah mimpi beberapa malam sebelumnya. bukan mimpi edisi terbaru. sepertinya otakku agak terlambat mencerna dan memproses kejadian.
aku punya teori gembel yang tidak bisa kuvalidasi kebenarannya. ini semua didasari oleh asumsi, hipotesis, serta rasa sok tahu yang terlampau besar untuk bisa dijadikan kesimpulan oleh diriku sendiri.
pukul sebelas malam.
ya. pukul sebelas malam adalah batas kantuk yang dimiliki tubuhku. ketika sudah waktunya dan aku bisa memutuskan untuk tidur, maka aku bisa terlelap dengan damai. namun jika lewat dari jam itu dan aku masih terjaga, maka batas kantuk itu bisa terulur hingga entah pukul berapa. bisa jam tiga, bisa jam empat, atau bisa tidak datang sama sekali.
sebetulnya aku tidak mau meromantisasi insomnia ini. aku juga ingin bisa punya jam tidur yang cukup, yang disepakati oleh para penggiat kesehatan. namun, rasanya aku masih tidak rela untuk mengakhiri hari lebih cepat. aku ingin besok bisa ditunda. sehari saja.
