Category: life

  • Itu Lukamu

    kamu boleh saja mencintai seseorang seperti apapun, dengan cara apapun, berkorban apapun yang kamu mau. tapi kamu tidak bisa menuntut orang lain untuk memberikan hal yang serupa.

    cara semesta bekerja bukan seperti itu.

    jika harapanmu tidak sesuai dengan kenyataan, tundukkan egomu. Itu lukamu sendiri.

    (357/365)

  • Setahun Menulis; Hampir Rampung

    waaa. proyek setahun menulis saya sebentar lagi selesai! kurang dari sepuluh hari lagi proyek ini akan sampai pada episode finalenya. yang mana tulisan macam apa yang akan keluar? saya sendiri belum tahu.

    ternyata, satu kelemahan saya adalah konsistensi. cukup berat menyisihkan waktu dalam sehari untuk menulis, bahkan untuk tulisan pendek sekalipun. kondisi pekerjaan agak menyulittkan saya untuk mencuri waktu barang sejam-dua jam untuk menulis. karena kadang saat niat menulis itu muncul, saya sudah terlanjur sibuk dengan mimpi dan sibuk menyeka liur yang menetes saat tidur.

    memang kadang kehilangan momentum bercerita. padahal sudah ada ide di kepala, tapi tidak sempat dikeluarkan. yah, begitulah. tidur itu enak banget soalnya. hehehe.

    saya kurang tahu ada berapa banyak orang yang baca tulisan-tulisan saya selama ini. tapi siapapun kalian, semoga tulisan saya bermanfaat untuk mengisi waktu luang kalian yang sebenarnya bisa dipergunakan untuk hal-hal lain yang lebih penting. hehehe.

    oh, iya. saya tidak perlu saran dan kritik ya. jadi tidak perlu repot-repot menyampaikannya. tidak akan saya gubris. hehehe.

    setelah proyek ini selesai, sepertinya saya akan merapikan lagi semuanya. mungkin ganti layout, mungkin tambah plugin lain, mungkin ada hal-hal baru yang akan saya bagi setiap minggu, mungkin pindah domain, mungkin juga saya berhenti nulis.

    well, tidak ada yang tahu. 😀

    (356/365)

  • Kadang~

    kadang yang aku butuhkan cuma;
    hari yang tenang tanpa notifikasi email kantor,
    kopi yang enak,
    dan enam triliun rupiah dalam rekeningku.

    (355/365)

  • Tidak Ada Korelasinya

    “BANGSAT!” teriaknya keras sesaat setelah layar komputernya mendadak menghitam. rustam sudah mengetik sejak dua jam lalu dan baru sadar kalau ia belum menyimpan hasil kerjanya.

    rustam lalu bangkit dari duduknya setelah sebelumnya menggebrak monitor tabung berwarna kekuningan yang umurnya sudah hampir 13 tahun. “KOMPUTER SILIT!” makinya.

    sebatang rokok dikeluarkan dari bungkusnya. rustam melongok isinya. tersisa satu batang lagi. “ROKOK KIRIK!” hujatnya. saking sibuknya ia hari itu, sampai lupa memperhatikan asupan tembakau hariannya. rustam memang membatasi untuk hanya merokok satu bungkus setiap harinya. dengan ketentuan itu adalah rokok yang dibeli menggunakan uangnya sendiri. rokok minta, rokok ditawari, dan rokok bebas di tongkrongan itu beda urusan.

    rustam pergi ke dapur dan mengambil gelas, menggunting bungkus kopi instan, menuangkannya dalam gelas dan beranjak menuju dispenser untuk menyeduhnya. baru setengah gelas terisi, air dispenser rupanya sudah habis. “DISPENSER ANJING!” bentaknya.

    dengan setengah gelas kopi panas dan sebatang rokok yang baru dibakarnya, rustam kembali ke meja komputernya. duduk dengan kaki kirinya diangkat dan memandang kosong ke monitor usangnya, rustam dengan lirih mengucap “sial, ini pasti gara-gara aku belum mandi.”

    sungguh, tidak ada korelasinya sama sekali.

    (354/365)

  • Labirin

    “berputar -putar -putar dalam labirin panjang tanpa akhir.”

    (the brandals – lingkar labirin)

    (353/365)