Tag: project

  • Kontrol Diri

    Kontrol Diri

    berkali-kali mengeluh tentang perilaku orang lain yang tidak menyenangkan. seolah lupa kalau apa yang mereka perbuat tidak bisa kita kontrol. apa yang mereka lakukan ada di luar jangkauan kita.

    kita pun kecewa, marah, menggerutu, merutuki nasib. kenapa bisa kita berurusan dengan hal-hal remeh-temeh tentang hidup dan apa yang ada di sekitarnya. kita lupa kalau apa yang dikecewakan adalah apa yang tidak sesuai dengan ekspektasi sendiri. menaruh harapan tinggi untuk kemudian dihadapkan dengan hasil yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

    “it is what it is” katanya. kalimat emas penenang diri yang terdengar klise dan mudah sekali diucapkan namun kenyataannya berat sekali untuk diimplementasikan dalam setiap sendi kehidupan ini.

    mau tidak mau kecewa adalah makanan sehari-hari. tinggal bagaimana kita mampu menyikapinya sendiri.

    kontrol ekspektasi. kontrol diri. pergi tidur dan berharap esok tidak terbangun lagi.

    #30haribercerita #22

  • Pertemuan dan Perpisahan

    Pertemuan dan Perpisahan

    di ruang tunggu bandara sebagai tempat bertemu dan berpisah sekaligus, banyak raut wajah penuh harap terlihat di sana.

    ada seorang bapak yang mungkin sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anaknya setelah entah berapa lama tidak berjumpa karena urusan tugas yang memisahkan mereka untuk sementara waktu.

    ada sepasang kekasih yang tangannya erat sekali bergandengan, seolah-olah itu adalah hari terakhir mereka bertemu. hubungan jarak jauh mungkin tidak akan bekerja dengan baik untuk mereka berdua. sehingga berpisah dengan menggoreskan kenangan indah adalah salah satu langkah yang terbaik.

    ada seorang perempuan yang sibuk menatap layar ponselnya. berharap penerbangan bisnisnya tidak lagi tertunda karena ada janji penting yang harus ia tepati.

    ada orang-orang yang tidak berhenti menoleh ke kiri dan kanan, memperhatikan setiap gerbang. menanti sanak familinya muncul dari salah satu lorong dalam tempat sebesar itu.

    apapun itu, pertemuan dan perpisahan tidak akan terhindarkan. kapanpun waktunya tiba, kita semua harus siap. maka, nikmati saja pertemuan ini selagi bisa.

    #30haribercerita #21

  • Bercermin

    Bercermin

    bercermin adalah bagaimana caraku menyikapi karma. belajar menerima kenyataan bahwa apa yang aku dapatkan adalah apa yang aku berikan. belajar menyadari bahwa apa yang selama ini terjadi adalah buah dari bagaimana aku bersikap.

    tapi tidak selamanya saat bercermin kita bisa melihat dengan jelas. kadang cahaya yang terlalu gelap membuat bayangan menjadi kabur, dan cahaya yang terlalu terang terkadang menyilaukan. itulah mimpi kehidupan kedua, mimpi itu dari mana datangnya? (kayanya itu lagu dragon ball deh)

    melihat karma sebagai perwujudan dari perilaku tabur-tuai membuat aku kadang jadi lebih hati-hati dalam berbuat. aku takut hal buruk akan dibayar tunai secepat mungkin, sedangkan hal baik akan dibayar jauh hari kemudian.

    bercermin adalah bagaimana caraku menyikapi karma. belajar menilai diri sendiri. belajar merasa cukup. belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

    #30haribercerita #20

  • Ingatan Konser Penuh Tangis

    Ingatan Konser Penuh Tangis

    jakarta, 5 agustus 2019.

    suara instrumen perlahan bersahutan mulai mengisi satu ruangan besar di studio palem, kemang utara.

    “two wet silhouettes splayed on the bed sheet” kalimat pertama yang keluar dari mulut mike kinsella, vokalis american football tanpa basa-basi menyambut ribuan jamaah midwest emo yang berkumpul dengan khidmat di kamis malam.

    hari itu cuaca cerah, dan di sepanjang konser aku melihat raut muka bahagia para penggemar yang sebelumnya hanya bisa mendengar alunan melodius dari band midwest/mathrock/postrock itu menemani hari-hari patah hati mereka, kini bisa disaksikan langsung dengan mata dan telinga mereka sendiri.

    “forever has to wait. i can’t face another day. all the flowers you brought me one by one fell asleep without me”. lirik pembuka dari lagu kedua yang dibawakan malam itu. masih dengan suasana sedu sedan yang sama, beberapa orang berpelukan, sisanya hanya menggoyangkan kepala dan badan mengikuti irama. sambil terpejam mengingat entah siapa yang mengisi ingatan mereka.

    lagu demi lagu, tidak ada dialog berarti yang datang dari arah panggung. seakan mereka tahu yang paling dibutuhkan penonton adalah pesan-pesan pengingat patah hati, mengorek masa lalu dan membawa angan-angan jauh ke dalam sudut kenangan paling dalam.

    hingga lagu terakhir dibawakan.

    .

    .

    .

    pukulan drum yang ikonik dimulai. ketukan 1-2, 1-2-3-4 mengantarkan penonton pada petikan gitar paling menyayat sepanjang sejarah. alunan bass mengikuti dengan selaras, hingga pada saatnya tiba, “let’s just forget everything said, and everything we did. best friend and beter halves. goodbyes”

    tidak ada satupun orang dalam kerumunan malam itu yang tidak berteriak bersama-sama dengan suara parau menahan tangis dan haru mereka.

    sampai akhirnya kalimat pamungkas dikumandangkan “so let’s just pretend everything and anything between you and me. was never meant.”

    air mataku mengalir perlahan di penghujung malam itu.

    #30haribercerita #19

  • Kosong

    Kosong

    september, 2017.

    sebuah keputusan yang bijak waktu itu. dalam sadar, seorang diri, aku memutuskan untuk pergi mengikuti sebuah festival bernama rrrec fest. festival garapan ruangrupa yang dilaksanakan di sebuah lahan kemping di situ gunung, sukabumi.

    selama 3 hari ikut menginap di rumah warga, mencoba berbaur dengan orang-orang yang belum kukenal sebelumnya. dengan suguhan acara seni yang beraneka ragam. mulai dari musik, kerajinan tangan, dongeng, senam, diskusi, dan lain-lain.

    lucunya, saat aku pulang, aku masih merasa kosong. aku masih merasa bahwa apa yang aku lakukan selama 3 hari penuh di sana tidak mengisi apapun dalam diriku. ingatan tentang pengalaman yang kudapatkan pun menguap begitu saja.

    seolah-olah aku hanya pergi tanpa membawa isi kepalaku dan pulang dengan isi kepala yang langsung aku buang.

    hidup memang aneh. atau hanya aku saja yang aneh? entahlah.

    #30haribercerita #18