Category: #30haribercerita

  • Sepenggal Masa Lalu

    Sepenggal Masa Lalu

    beberapa penggalan cerita akan terus tersangkut di kepala. dan sialnya, sebagian besar adalah tentang kenangan buruk. sebuah trauma. ingatan yang mampu membuatmu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

    entah bagaimana, kamu tetap rajin merawat ingatan itu. meromantisasi dengan cara paling tidak masuk akal. memberikannya tempat tersendiri di bagian kepalamu. meskipun kamu mampu untuk membuangnya, tapi kamu sadar bahwa memeliharanya akan membuatmu tetap hidup. membuatmu tetap bisa merasa.

    satu penggalan tentang masa lalu itu akan tetap ada. tersimpan rapi. tersembunyi namun kamu selalu bisa menemukannya dengan mudah. tidak seperti gunting kuku yang selalu terlihat saat kamu tidak membutuhkannya, namun menghilang saat kamu perlu. aku rasa penggalan masa lalu tidak bisa disamakan dengan gunting kuku.

    ada kenangan buruk yang selalu tersaji dalam menu makan siangmu. sama sekali tidak terhindarkan. satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah melahapnya meskipun itu pahit, dan berusaha keras membiasakan rasanya. karena kalau tidak begitu, esok hari hal tersebut akan kembali tersaji dan ketika kamu menghindarinya, ia tidak menghilang. ia akan betumpuk semakin banyak, dan kamu akan kewalahan menghadapinya.

    ah, apalah aku yang sok tahu tentang penggalan ingatan dan kenangan buruk.

    tapi aku punya beberapa, mungkin kamu mau berbagi?

    #30haribercerita #05

  • Menyembuhkan

    Menyembuhkan

    menyembuhkan diri itu butuh waktu.

    menyembuhkan diri itu sulit dan menyebalkan.

    itu bisa saja membawamu jauh ke dasar hidup. Itu bisa saja mulai menghancurkan hidupmu, mungkin saja akan menyakiti teman dan keluargamu, tetapi itu akan jadi sesuatu yang lebih baik.

    yang perlu kamu lakukan adalah mengambil langkah. satu per satu. dan jika kamu sudah cukup kuat, maka kamu akan menemukan alasan baru untuk hidup.

    bersabarlah dengan dirimu sendiri. bukan kamu yang memilih untuk terluka, tetapi kamu selalu bisa memilih untuk menyembuhkannya.

    menyembuhkan diri akan memakan banyak waktu, dan itu wajar. dan aku harap kamu bisa menemukan harapan baru, alasan baru untuk mencintai lagi.

    #30haribercerita #04

  • Sebatang Asa

    Sebatang Asa

    aku membakar lagi sebatang asa untuk ditukar dengan sebuah kenyamanan. kenyamanan yang bahkan aku sendiri tidak yakin akan ada. entahlah, namanya juga hidup. lebih banyak memikirkan pilihan daripada mengambil pilihan itu sendiri.

    puluhan puntung terlihat seperti kekacauan dalam satu tempat sempit. kembali lagi antara memilih untuk membuangnya agar terlihat lebih bersih, atau membiarkannya menghambur sampai mengotori sekitarnya.

    bakar lagi sebuah harapan. hilang lagi sebuah kesempatan.

    hidup akan berulang. pilihan mana yang akan terbuang?

    #30haribercerita #03

  • Percakapan Dalam Senyap

    Percakapan Dalam Senyap

    rindu dan malu bertemu dalam sebuah sore di ujung minggu. dua-duanya kehilangan kosakata. hanya hening yang terasa dalam pertemuan mereka.

    rindu sudah lama ingin sekali bertemu, namun malu seringkali urung untuk dapat berjumpa walau hanya sebentar saja. dua-duanya tidak punya kekuatan untuk saling mengungkapkan maunya.

    malu sudah lama ingin sekali berjumpa, namun rindu seringkali tidak berani untuk menunjukkannya walau hanya sedikit saja. dua-duanya selalu punya alasan jelek dan tidak masuk akal untuk tidak saling berbagi cerita.

    rindu dan malu bertemu dalam sebuah sore di ujung minggu. segelas kopi hitam dan segelas susu panas bertamu di tengah meja, dikelilingi cerita lama, kisah yang dipendam, dan perasaan yang tak dibolehkan muncul di tengah mereka.

    aku, otak, dan hatiku saling bertatapan. bertukar isyarat tentang siapa yang harus lebih dulu mengalah. rindu atau malu? aku melihat otak, ia sedang berpikir keras. aku melirik hati, ia terlihat terlalu cemas.

    dalam sebuah sore di ujung minggu. aku hanya bisa pasrah melihat kelakuan mereka semua.

    #30haribercerita #02

  • Catatan Mimpi

    Catatan Mimpi

    aku percaya kalau mimpi adalah cara alam bawah sadar kita untuk menyampaikan sebuah pesan. masalahnya sudah hampir dua bulan ini aku tidak pernah ingat apa yang ada di mimpi malam sebelumnya. sehingga aku tidak pernah tahu akan pesan yang kemungkinan terkirim.

    ada beberapa teman yang menyarankan untuk mencatat semua kejadian dalam mimpi langsung setelah bangun tidur agar tidak ada yang terlupa.

    namun, ternyata masalah utamanya bukan di mengingat apa isi mimpinya, tapi untuk mengingat kalau aku harus mencatatnya setiap bangun tidur. maka isi catatan mimpiku kebanyakan hanya “lupa”, “ga inget”, “mimpi apa ya tadi?”, dan kalimat-kalimat senada lainnya.

    tapi pencapaian sekecil apapun harus diapresiasi. meskipun rasanya sulit untuk mengapresiasi pencapaian yang sangat kecil.

    nanti coba kuceritakan apa saja isi mimpiku. siapa tahu ada kalian di sana.

    #30haribercerita #01