Category: mis·cel·la·ne·ous

1 : consisting of diverse things or members : heterogeneous.
2a : having various traits.
2b : dealing with or interested in diverse subjects as a writer

  • Jangan Penasaran

    di dalam ruangan gelap, ada sebuah meja dengan gelas berisi air di atasnya. aku menghampiri dengan sedikit rasa ragu dan penasaran. gelasnya bening, terbuat dari kaca. airnya juga bening, tidak berbau apa-apa.

    sebelum aku mengambil gelas itu, ada suara samar namun tegas berkata “minumlah, dan dengarkan kebenaran yang harus kamu tahu.”

    apa ini? sihir ataukah keajaiban?

    aku takut, tapi ingin tahu. aku mau, tapi tidak tahu. lalu aku minum air dari gelasnya, langsung kuhabiskan dalam sekali teguk.

    sehabis itu aku letakkan gelas di atas meja. sejurus kemudian suara yang sama terdengar lagi.

    “air itu beracun.”

    (327/365)

  • Ketika Aku Terlalu Peduli Untuk Tidak Peduli

    sebagian orang terlalu peduli dengan urusan orang lain. sebagian lagi terlalu mau tahu urusan orang lain.

    aku hanya peduli padamu. kalau kamu tidak mau dipedulikan, ya terserah kamu.

    (326/365)

  • Visiting

    i'm still reading your word.
    i'm visiting your place frequently.
    sometimes you were there.
    most of the time you were not.
    i'm still inviting you to come.
    i will be good, i promise.
    i will.

    (325/365)

  • In Between

    between you and me there is a sate padang yang tidak termakan karena saling sibuk bercerita soal hari masing-masing.

    between you and me there is a kopi panas yang berangsur mendingin karena percakapan yang tidak berhenti-henti dan kita lupa menyesapnya.

    between you and me there is an and.

    and we never ever be together.

    (324/365)

  • Shoot On The Ground

    celakalah mereka yang takut tidak bahagia hanya karena tidak semua berjalan sesuai kehendaknya.

    dua puluh tahun lagi mungkin kamu akan mengerti bahwa dua puluh tahun yang lalu kamu baik-baik saja dengan ketidakbahagiaanmu. lagi pula siapa yang meletakkan kebahagiaan sebagai titik puncak pencapaian hidupmu? kamu sendiri? atau standar masyarakat?

    buat apa repot-repot memasang tinggi tingkat kebahagiaan sampai kamu sendiri kesulitan menggapainya? lebih baik menembak ke arah tanah. kamu tidak akan meleset.

    (323/365)