Category: mis·cel·la·ne·ous

1 : consisting of diverse things or members : heterogeneous.
2a : having various traits.
2b : dealing with or interested in diverse subjects as a writer

  • Jalan Terus

    dari selatan bogor menuju lokalisasi tua di timur laut ujung pulau, mengayuh kuda plastik melewati ratusan kilometer aspal buruk. 14 batang kretek lintingan terbaik dari pengedar terpercaya, 13 puntung di saku kanan celana jeans yang sudah 3 bulan lamanya tidak bertemu deterjen dan air bersih, kira-kira 12 hari berlalu sudah, untunglah masih ada seplastik teh jahe dari 1 minggu lalu.

    hawa panas angin laut berebut siapa lebih dulu bisa masuk lewat pori-pori yang sudah tertutup debu, sisa asap truk lintas provinsi, kotoran burung, dan air hujan yang mengering sendiri. siapa kira perjalanan bisa seruwet ini? barangkali hiburan paling mudah yang bisa didapatkan hanyalah rebahan di pojokan warung kecil sambil dikelilingi kucing liar yang mengendus-endus bau amis dari ujung sepatu.

    masih belum selesai. matahari masih terlau jauh untuk dikejar.

    (345/365)

  • Terlalu Banyak

    ah, terlalu banyak permainan.

    apa aku boleh memilih untuk kalah saja dari sekarang daripada harus ikut bermain?

    ah, terlalu banyak hal yang dipikirkan.

    apa aku boleh memilih untuk diam saja daripada harus memutar otak terlalu keras?

    ah, terlalu banyak pilihan.

    apa aku boleh mencoret semua dari daftar dan meninggalkannya begitu saja?

    ah.

    (341/365)

  • Mongki

    tiba-tiba aku punya peliharaan.

    kucing jantan tanpa nama. setiap malam selalu ada. tidak pernah aku tahu siapa pemilik sebenarnya. tidak apa-apa, toh yang punya tidak mencarinya. lagi pula, sepertinya selain malam hari, waktu lainnya ia pasti pulang ke rumahnya.

    karena orang rumah tidak ada yang tahu namanya, maka aku usulkan untuk memanggilnya “mongki”. sederhana saja, karena ia senang memanjat apapun. pintu rumah, meja makan, lemari es, motor, kakiku, bahkan ia bisa tiba-tiba muncul dari belakang rumahku yang memang setengah terbuka atapnya.

    sejak ia ada, selalu ada yang menyambutku pulang. saat aku turun dari motor sehabis perjalanan pulang kerja yang cukup melelahkan, ia selalu mengeong dan mengikutiku ke mana aku melangkah.

    mongki kucing yang tidak bisa diam, senang sekali ia berjalan keluar masuk rumah apabila pintu terbuka. seperti petugas keamanan, ia menghalau tikus-tikus yang biasanya berkeliaran. semenjak ia ada, tidak lagi terdengar cicit-cicit suara tikus yang mengacak-acak isi dapur. mongki selalu siaga.

    tiba-tiba aku punya peliharaan.

    meski kakakku tidak pernah suka binatang, selalu berteriak-teriak kalau mongki masuk rumah, tapi kami tidak keberatan ia ada. biar saja kakakku di dalam kamar kalau mongki sedang berkeliaran. toh mongki tidak pernah galak kalau diusir.

    paling tiba-tiba ia sudah muncul lagi dari belakang rumah.

    mongki, temani aku ngobrol ya setiap malam. kamu tidak perlu menanggapi, duduk saja di situ tidak apa-apa, nanti aku garuk-garuk kepalamu sampai kamu tertidur.

    (340/365)

  • Setidaknya

    kamu tidak pernah benar-benar tahu bahwa kamu mencintai seseorang, sampai kamu melihatnya mencintai orang lain.

    tapi, setidaknya kamu tahu. kalau ia masih punya cinta. meski bukan untukmu.

    (339/365)

  • Pelan

    mari bercumbu,
    dengan rayu,
    syahdu.

    sampai matahari,
    mengetuk pagi,
    lagi.

    sisakan kenangan,
    jangan habiskan,
    pelan.

    (338/365)